Menghitung Harga Wajar Saham

Dalam menghitung harga wajar saham, metode yang saya pakai adalah dengan cara memprediksi berapa Laba yang mungkin dikumpulkan oleh emiten selama 10 tahun ke depan dan kemudian menyesuaikan nilai uangnya ke masa kini. Kenapa perlu menyesuaikan nilai uangnya ke masa kini, sebab Indonesia saat ini berada dalam periode inflasi, yang artinya Rp. 1000 saat ini lebih banyak daripada Rp. 1000 tahun depan.

Misal tahun ini Rp. 1000 bisa digunakan untuk membeli 100 gram beras. tahun depan hanya bisa digunakan untuk membeli hanya 90 gram beras. Angkanya tetap sama Rp. 1000 namun nilainya turun. Dan saya ingat tahun 2004 saya waktu kuliah membeli telur sekilo hanya RP. 6.000 saat ini telur sekilo Rp. 18.000. Artinya Rp. 6000 di tahun 2004 bisa membeli 1 kg telur, saat ini Rp. 6000 yang sama hanya bisa untuk membeli 1/3 kg telur. Rp. 6000 tetap sama namun nilainya berubah.

 

Kembali ke menghitung harga wajar saham,

Misal suatu emiten memiliki book value sebesar Rp. 1000 per saham

Dan memiliki EPS sebesar Rp. 100 per saham, anggap saja perusahaan ini akan kerja selama 10 tahun kemudian tutup. Dan setelah t utup tentu book value akan dibatgikan kepada pemegang saham. Maka Selama 10 tahun perusahaan akan menghasilkan RP. 100 per tahun per saham x 10 tahun = Rp. 1000 per saham

maka Secara teoritis jika tidak ada inflasi maka harga wajar perusahaan tersebut menurut saya adalah book value + proyeksi eps yang bisa dihasilkan = Rp. 1000 + Rp. 1000 = Rp. 2000 per saham.

Namun masalahnya adalah kita berada dalam periode inflasi yang berarti EPS yang dihasilkan tahun depan dan tahun – tahun berikutnya harus di sesuaikan ke masa kini.

Rumus untuk menyesuakan Nilai uang masa depan ke masa ini adalah

V = X / ((1+Y%)^n)

Dimana X adalah nilai uang uang ingin disesuaikan,  Y = Inflkasi, dan n adalah tahun ke

Maka jika dengan asumsi perusahaan mengalami growth 0% dan inflasi 10% maka EPS yang bisa ihasilkan dan disesuaikan

maka Rp. 1000 tahun depan setara dengan Rp. 1000 / ((1+10%)^1)  = 909,09

Sementara Rp. 1000 2 tahun ke depan setara dengan Rp. 1000 / ((1+10%)^2) = 826,12

Tahun ke 3 = 751

tahun ke 4 = 683

dan seterusnya hingga tahun ke 10.

=====================================

Di atas adalah contoh dimana growth = 0% maka tiap tahun EPS yang akan dihasilkan adalah Rp. 1000.

Bagaimana jika growth nya bukan 0% ,. anggaplah 5%.

Maka EPS tahun depan akan menjadi 1050 (1000 + growth 5%) ,

namun disesuaikan dengan inflasi 10% –> Rp. 1050 / ((1+10%)^1) = 954

tahun ke dua EPS akan menjadi RP. 1102 yang didapat dari 1050 + 5% kemudian disesuaikan dengan rumus

1102 / ((1+10%)^2) = 911

dan seterusnya hingga tahun ke 10.

Kemudian hasil EPS yang disesuaikan selama 10 tahun, dijumlahkan dan kemudian di tambah dengan Book Value dan hasilnya adalah proyeksi perkiraan harga wajar.

Kalkulator Harga Wajar Saham

Anda tidak perlu susah – susah menghitung sebab kami telah menyediakan toolnya di : http://bei5000.com/hitunghargawajarsaham/

Anda cukup mengisi kode saham, Book value, Asumsi growth asumsi inflasi, risk factor, dan EPS maka sistem kami akan menghitungnya untuk anda.  Risk factor adalah sesuatu yang subjektif, karena sebenarnya tidak ada kepastian dalam menghitung harga wajar saham, maka risk factor ada untuk mereduksi hasil proyeksi harga wajar saham, agar didapat hasil yang makin konservatif.

Biasnaya risk factor saya isi 5%, namun buat perusahaan yang memiliki resiko lebih besar, misal DER tinggi, maka saya akan mengiri 7-8%.

Ingin lebih lanjut lagi belajar tentang mengitung harga wajar saham

Buku Analisis Fundamental

Cover Buku Analisis Fundamental
Facebook Comments

News Reporter

6 thoughts on “Menghitung Harga Wajar Saham

  1. halo bos , mau tanya untuk pengisian di tabel menghitung harga wajar saham itu kolom pbv diisi sesuai nilai sebenarnya atau dalam miliar? karena kalau saya masukkan nilai sebenarnya (cth : 1,234,133,000,000) maka nilai wajar saham yang ada nilainya mustahil. atau memang demikian setelah itu dibagi jumlah sahamnya ya? maaf saya kurang paham. terima kasih untuk artikelnya. 🙂

    1. PAgi pak, untuk kolong book value juga harus dibagi dengan jumlah saham, misal Ekuitas = 1 miliar sementara jumlah saham 1 juta maka Book Valuie = 1 000 000 000 / 1 000 000 = Rp. 1000, sementara EPS juga per saham pak

  2. atau saya salah memasukkan data ya? karena yg saya masukkan nilai ekuitas. kalo benar begitu mohon dibantu cara menghitung pbv suatu saham. terima kasih sekali lagi.

    1. harus per saham pak, Book value per saham = Book Value dibagi dengan jumlah saham
      atau mungkin sederhananya ekuitas dibagi jumlah saham

Leave a Reply

%d bloggers like this: