9 Tips Menggunakan Analisa Teknikal

Analisa teknikal merupakan salah satu tool yang sering dipergunakan dalam perdagangan saham. berikut beberapa tips dalam menggunakan analisa teknikal

9 Tips Menggunakan Analisa Teknikal
9 Tips Menggunakan Analisa Teknikal

1. Analisa Teknikal bukan untuk Memprediksi

Kesalahan terbesar dalam mempergunakan analisa teknikal adalah , menggunakan analisa teknikal untuk memprediksi pergerakan harga saham. Padahal pergerakan harga saham adalah sesuatu yang sangat dinamin dan tidak bisa diprediksi.

2. Gunakan Analisa teknikal untuk mengantisipasi

Analisa teknikal lebih cocok dipergunakan sebagai alat antisipasi. Misal anda melihat lampu merah, maka anda memberhentikan kendaraa,. Kalau lampu sudah hijau maka anda jalan. Kalau anda menerobos lampu merah. maka resiko kecelakaan akan lebih besar. Demikian dengan analisa teknikal. Jadikan sebagai rambu – rambu

3. Gunakan 1 Jurus Untuk 1000 lawan

Menggunakan terlalu banyak indikator teknikal akan membuat anda kebingungan. Saya biasanya hanya menggunakan 1-3 Indikator saja. Itupun jarang digabungkan. Fokuskan menguasai 1 jurus untuk menghadapi 1000 lawan, daripada mempelajari 1000 jurus untuk 1 lawan.  Pelajari apa yang indikator anda katakan, kapan buy, kapan sell (profit maupun cut loss) dan kapan hold.

4. Cari Indikator yang paling cocok untuk anda

Masing – masing pribadi diciptakan spesial dan unik. Sehingga penggunaan indikator menjadi hal yang sangat pribadi. Untuk mereka yang sibuk, menggunakan teknik darvas pada saham gorengan sangat berbahaya.  sebaliknya lebih cocok menggunakan MA dan MACD.  Masing – masing indikator memiliki timeframe yang berbeda – beda.

5. HOLY GRAIL

Hindari mencari HOLY GRAIL atau suatu indikator yang pasti benar dan tidak pernah salah / rugi. Karena holy grail itu tidak ada. Trading saham adalah permainan probabilitas. Kuncinya adalah manajemen resiko bukan indikator yang tidak pernah salah (@Bullmom99 )

6. Rumor, Berita dan Analisa Fundamental

Jika anda telah memiliki indikator TA yang cocok, jangan dengarkan rumor (kabar burung)  saham atau rumor bandar. Pengalaman saya, pernah rugi karena mengabaikan indikator dan lebih mendengarkan rumor. Ini juga berlaku untuk berita resmi dan Analisa Fundamental (@sinichi99)

7. Tetapkan Tujuan Anda

Analisa teknikal adalah tool untuk trading, di dalamnya terkandung posisi untuk menjual ketika rugi,. Jika anda telah berketetapan untuk trading suatu saham, berubah jadi investor dadakan adalah sesuatu yang sangat beresiko

8. Belajar dari kesalahan

Ketika terjadi kerugian, pelajari apa yang salah dengan trading anda. Apakah terlalu rakus, takut atau money management kurang bagus.

9. Melatih Diri Menahan Emosi

Indikator bagaikan kail dgn umpan . sabar menunggu , ikan memakan baru ditarik ( jika indikator belum tanda beli, jgn memaksa utk beli) > Terkadang emosi dalam trading adalah tantangan yang besar.  (@adiaga)

10. Terus Berlatih

Practice makes perfect. kesempurnaan memang tidak ada, namun semakin banyak latihan, maka suatu saat anda sudah tidak perlu membuka lagi indikator. Indikator tersebut sudah akan ada di kepala anda. Plan your trade , trade your plan. Jangan hanya asyik merencanakan trading saja, tetapi juga lakukan trading sesuai rencana.  (@mangamsi)

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: