Investor VS Trader

Bagi pemula, hal pertama yang mungkin perlu dipertimbangkan adalah pemilihan apakah ingin menjadi investor atau menjadi trader. Keduanya adalah sesuatu yang sangat bertolak belakang.

Menurut saya semua orang bisa menjadi investor namun tidak semua orang bisa menjadi trader. Karena investasi dapat ditinggal – tinggal tanpa dilihat namun trading memerlukan pengorbanan waktu yang tergolong besar (intens)

Apa saja perbedaannya, kita simak infografis berikut

 

Investor VS Trader
Investor VS Trader

1. Tool Yang Digunakan

Trading menggunakan analisa teknikal sementara investasi menggunakan analisa fundamental. Akan menjadi bahaya apabila trader, membeil saham berdasarkan berita fundamental. Dan juga berbahaya paabila ada investor yang membeli saham HANYA KARENA saham tersebut sedang naik.

Sebaliknya jika trader aliran break out melihat saham yang naik, akan membeli saham tersebut untuk trading tanpa mempedulikan fundamental. Namun kalau turun siap exit walau rugi.

2. Waktu yang dibutuhkan

Menurut saya trading adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang sangat banyak. Bahkan menurut saya menekati pekerjaan penuh waktu, sebab harus menganalisa pergerakan harga sahma setiap hari, mengamati perubahan harga dan siap meng-eksekusi ketika harga yang diinginkan terjadi.

Sebaliknya investor tidak harus demikian. Salah satu cara investasi yang tidak menghabiskan waktu adalah reksadana saham. Dengan reksadana investor hanya perlu menyetorkan uang dan manager investasi yang akan bekerja memutar yang investor di pasar saham. Sehingga kebutuhan waktu menjadi sedikit.

3. Kegiatan Yang Dilakukan

Kegiatan utama trader adalah aktif dalam trading, mengamati harga saham, sementara kegiatan utama investor adalah menunggu menunggu dan menunggu. Menunggu hingga harga saham secara fundamental murah di beli, dan menungguh ingga sahamnya akhirnya naik dan memberikan keuntungan kemudian mungkni akan dijual.

4. Jenis Income

Karena membutuhkan banyak waktu, saya golongkan pendapatan dari Trading adalah Active Income, yangberarti anda harus trading baru dapat uang. Sementara Investasi tergolong pasif income karena ga ngapa – ngapain, bisa dapat uang. Maksudnya kalau ikut reksadana, ga perlu analisa, ga perlu trading , cuman setor uang , tinggal tunggu waktu, uang anda akan berkembang sendiri.

5. Modal Yang Dibutuhkan

Trading menurut saya membutuhkan modal yang besar. KArena menyangkut banyak biaya. antara lain, RP. 33 ribu sebulan untuk biaya OLT, juga biaya untuk akses internet. Sehingga perlu modal minimal agar bisa balik modal. MIsal dengan target untuk 2% sebulan maka trader harus memiliki modal minimal 3 juta agar bisa untung 60 ribu , itupun setengahnya terpoting biaya OLT. Sementara Investasi tidak membuthkan biaya di atas, tidak ada biaya OLT dan tidak ada biaya internet (tidak harus menggunakan internet)

Dan yang paling penting, karena investasi tidak membutuhkan waktu, maka investasi sering tidak mengorbankan pekerjaan utama, tetapi bagi mereka yang bekerja di perusahaan, trading, beresiko akan mengganggu pekerjaan utama yang menghasilkan uang.

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: