Dengan berkembangnya teknologi informasi  dan dunia pasar modal, Trading saat ini menjadi salah satu pilihan profesi yang  bisa dijalani. Apa saja tipe – tipe trader yang umumnya ada di pasar modal, simak info berikut ini.

1. Scalper

clockScalper biasanya memanfaatkan celah sempit dalam perdagangan saham. Biasanya hanya mengambil beberapa (2-5) tick keuntungan.  Bahkan kadang fee broker bisa lebih besar daripada keuntungan yang didapat.  MIsal beli BBRI di 10.000 dan jual di 10.050. Fee broker bisa sejumlah RP. 35 sementara keuntungan si Scalper hanya RP. 15.

 

Namun transaksi perdagangan scalper bisa sangat banyak, satu hari bisa berkali – kali keluar masuk saham yang sama. Biasanya para scalper menggunakan analisa bid offer,pivot point  serta candlestick dan terkadang GAP  sebagai indikator.

Menjadi Scalper membutuhkan waktu yang sangat besar karena harus terus melihat monitor dan meng-analisa pergerakan harga saham. Juga dibutuhkan fee transaksi yang kecil, serta kecepatan serta kestabilan server dari online trading yang cepat. Beberapa kali teman saya mengeluhkan ada online trading yang sering hang / ngadat ketika transaksi lagi volatile.

Baca juga :

Memahami Gap up dan Gap Down

Video Terkait Bid Offer

2. Daytrader

economic-icons-in-green-and-yellow_62147502608Mirip dengan scalper, daytrader juga memanfaatkan ruang sempit dalam perdagangan saham. Hanya saja ruang yang diambil daytrader lebih besar daripada Scalper.

Kalau Scalper hanya mengambil beberapa tick, daytrader mengharapkan hasil yang lebih besar, namun transaksinya tidak sebesar scalper. Daytrader biasanya menganalisa saham di sore atau malam hari, dan pagi hari memasang posisi beli dan jual.

Untuk menjadi daytrader, dibutuhkan waktu yang lumayan banyak, namun tidak harus seharian pelototin monitor. BIsa sambil jalan liat harga saham di HP.

Menjadi daytrader juga dibutuhkan fee Online Trading yang kecil, serta fasilitas auto buy maupun auto cut loss. Seperti halnya scalper, daytrader juga biasanya menggunakan analisa bid offer , pivot point, support resisten, serta candlestick.

Baca juga :

7 Tips Support Resistance

Pivot Point, Daytrader Good Friend

3. Swing Trader

swingSwing trader biasanya mengambil keuntungan dari volatilitas harga saham mingguan – bulanan. Biasanya para swing trader menggunakan indikator untuk jangka menengah seperti MA, MACD dan terkadang Fibonaci Retracement.

Menjadi swing trader tidak terlalu membutuhkan waktu yang intens untuk melihat monitor. Saya mengenal banyak swing trader yang juga memiliki profesi lain seperti karyawan, ibu rumah tangga hingga wiraswasta.

Para Swing trader tidak harus transaksi setiap hari, mereka menunggu hingga ada momentum yang bagus dan meng-eksekusi hanya jika target price mereka kena. Baik target buy maupun target sell.

Baca Juga :

Mengenali Fibonacci Retracement

Menggunakan Moving Average dalam Perdagangan Saham

4. Positioning Trader

postionPositioning trader biasanya menggunakan time frame yang lebih panjang. Sekali beli saham bisa berminggu – minggu hingga berbulan – bulan. Karena timeframe yang panjang, biasanya positiong trader juga tergolong short term investor.

Tidak jarang positioning trader juga menggunakan analisa fundamental sebagai salah satu acuan pemilihan saham.

Biasanya Positioning trader menggunakan indikator analisa teknikal jangka panjang seperti MA50.

Baca Juga :

Investor VS Trader

Video Terkait

5. Investor

falling-down-business_23-2147505691Investor kadang tidak berbeda jauh dengan LONG Term Trader . Namun kadang ada juga trader yang nyangkut sehingga terpaksa menjadi investor. Ini tidak di anjurkan sebab terkadang saham kalau turun, tidak ada yang tau batas bawahnya. Bahkan saham yang dulunya bagus sekalipun seperti BUMI, dulu sempat 8750, saat ini hanya 60-an saja.

Menjadi investor tidak salah, namun harus objektif dalam pemilihan saham. Jangan menjadi investor dadakan hanya karena sahamnya nyangkut dan tidak mau cut loss.

Jasa Utama Capital

Di atas telah kita ketahui bahwa menjadi scaslper dan daytrader membutuhkan fee transaksi online trading yang kecil. Karena jika fee transaksi besar maka trader akan sulit mengembil keuntungan dari transaksi saham. Serta dibutuhkan Online trading yang memiliki server cepat dan stabil.

Jasa Utama Capital menawarkan Online Trading dengan

fee beli 0,15% dan jual 0,25%  untuk dana minimal Rp. 5.000.000

dan jika transaksi nasabah besar (di atas 1 M sebulan) maka dapat diskon fee sehingga fee beli menjadi 0,125% dan jual 0,225% sehingga total fee hanya 0,35% saja

Jasa Utama Capital Juga dilengkapi dengan fasilitas Auto Cut loss maupun Auto Buy

Apabila tertarik bisa hubungi customerservice@juc.co.id dengan febry, bilang aja, calon nasabah dari pak Hendrik, nanti bisa di bantu untuk pembukaan rekening nya hehe, untuk nego fee email saya hendrik_lwww@bei5000.com

Facebook Comments
News Reporter

2 thoughts on “5 Jenis Trader

  1. Pak..di jasa utama capital ada auto order buy sell dengan setting jam? Misal buy sell di harga brp pun di jam 16.00 wib atau jam 14.00.

Leave a Reply

%d bloggers like this: