Waktu saya menjelajah duia maya, ada satu pertanyaan yang mengeitik, yaitu , lebih baik lanjut kuliah atau langsung kerja ya ? Kemungkianan orang yang nanya ini , baru lulus SMA mau lut kuliah dan bingung, pengen juga kerja. Atau beliau lagi kuliah, namun pengen drop out dan langsung kerja.

Mungkin karena akhir – akhir ini makin banyak orang yang bisa sukses / kaya , tanpam memiliki embel – embel titel sarjana. Sehingga banyak juga anak muda yang mulai berpikir bisa sukses  tanpa harus kuliah. Bahkan paling heboh setahun ini ada menteri yang tidak tamat SMA, tapi bisa memiliki perusahaan dengan nilai yang luar biasa, bahkan jadi menteri pula. Sudah ajdi menteri, menjadi salah satu menteri yang kinerjanya dinilai paling baik. Hebat kan !! Tebak siapa nama menterinya.

Sukses Tanpa Kuliah

Tentus aja menurut saya kuliah dan kesuksesan tidak memiliki hubungan yang erat. Kuliah ya kuliah, sukses ya sukses. Bahkan Saat berdiskusi dengan salah satu teman gereja, beliau cerita. Dulu beliau rajin belajar nilainya bagus, tapi kok teman – temannya yang dulunya  kerjaanya cuman bercanda, mancing , bisa lebih sukses.

Sehingga saya berani mengambil kesimpulan bahwa, kuliah hanya sebuah tahap untuk merain kesuksesan. namun tidak selalu untuk sukses itu butuh kuliah.

Belajar

Salah satu tujuan dari kuliah kan belajar. Kita semua setuju ya, kuliah itu untuk belajar. Kecuali ada teman – teman disini yang kuliah buat cari jodoh 😀 jangan ketawa, banyak orang juga yang kuliah buat cari jodoh :D.

Kita anggap disini semua tidak sesat, memiliki tujuan kuliah yang benar, yaitu ingin belajar. Dengan harapan apa yang dipelajari bisa membantu teman – teman menggapai kesuksesan.

Tentus aja tujuan ini tidak salah. Namun yang lebih penting lagi, proses belajar itu sendiri bukan hanya terjadi di bangku kuliah. Bahkan ironinya adalah terkadang orang yang berkuliah dengan tekun, melupakan bahwa dia masih tetap perlu belajar di luar ruang kuliah. Karena sesungguhnya proses belajar itu adalah proses seumur hidup.  Sehingga terkadang orang – orang yangcuman lulusan SMP / SMA bahkan lulusan SD bisa mempekerjakan mahasiswa S1 – S2.

Walau anda saat ini lulusan S3 sekalipun,  namun berhenti belajar, anda akan kalah dengan mereka yang cuman lulus SMP, tapi terus bekerja.

Dan benar, saya melihat ada satu benang merah yang jelas antara mereka yang bisa sukses dengan kuliah yaitu mereka bisa terus belajar.

Belajar tidak selalu di ruang kuliah

Salah satu masalah lain yang saya temu juga, begitu banyak orang yang mengeluh tidak bisa berhasil, karena tidak memiliki pendidikan formal. Ah saya tidak kuliah, makanya ga akan pernah bisa sukses. menurut saya orang seperti ini, kalaupun kuliah tidak akan pernah bisa sukses. Karena mentalnya adalah mental mencari – cari alasan.

Nanti kalau sudah kuliah, alasannya ada lagi, saya tidak punya modal,, makanya ga bisa mulai buka usaha.

Ntar punya modal, alasannya adal lagi, saya tidak punya figur orang tua yang jadi  panutan sehingga saya ga bisa sukses.

Orang tuanya wiraswasta, nanti ada lagi alasan. Saya sudah berkeluarga, waktu saya habis untuk mengurus keluarga sehingga tidak bisa sukses. Orang seperti ini, malah menjadikan keluarga sebagai alasan untuk tidak sukses.

Proses belajar itu sendiri, tidaka kan pernah berhenti di ruang kuliah. Jangan pernah mengkotak – kotakan belajar dengan pendidikan formal. Kuliah hanya salah satu cara untuk belajar. di luar sana banyak cara belajar yang lain asal kita mau belajar.

Garis bawahnya disini adalah keinginan untuk belajar. Dengan keinginan untuk belajar anda bisa lebih sukses daripada mereka yang menempuh pendidikan formal.

Belajar Menyelesaikan Masalah

Tujuan kuliah / belajar menurut saya , bukan hanya memasukan materi kuliah atau pelajaran ke dalam otak kita, namun juga membentuk sebuah pola pikir dalam menyelesaikan masalah. Alias kita belajar cara berpikir yang benar.

Kuliah hanya salah satu cara untuk belejar cara menyelesaikan masalah. Sehingga serimg kali kita jumpai kenapa para taipan – taipan orang terkaya di Indonesia atau di Dunia bisa kaya raya tanpa mengikuti kuliah.

Kuncinya adalah bagaima anda bisa melihat masalah dan menyelesaikan masalah tersebut.

Teflon

Contoh nyata dalam hidup sehari – hari adalah Teflon. Saya terus terang suka makan pagi yang mewah. Jangan salah sangka, mewah tidak selalu mahal  ya. Mewah disini buat saya Secangkir kopi, dua buah telor mata sapi, tiga sosis dan sedikit kentang goreng  atau roti.

Pernah sekali panci teflon saya rusak. Dan saya harus masak dengan panci biasa. Ya bisa sih goreng sosis dengan panci biasa, namun ketika hrus goreng telor, hasilnya tidak sesempurna yang pakai teflon. karena bagian bawahnya lengket, sehingga saya tidak bisa menyantap telor setengah matang yang sempurna. Tetap enak, tapi tidak sempurna.

penemu teflon menyadari masalah ini, dia melihat bahwa dunia kuliner membutuhkan sebuah alat masak yang tidak lengket sehingga bisa memasak dengan lebih baik. Akhirnya dia mencari metode tersebut dan akhirnya teflon tercipta di panci .  Jadilah panci teflon dan kita pun bisa menikmati telor setengah matang (sunny side egg) dengan sempurna.

Whats App

Sejatinya manusia adalah mahkluk sosial. Sehingga komunikasi adalah kebutuhan. Saya masih ingat dulu waktu kuliah dan pacaranm, karena kebetulan pacar saya di kota lain ,sehingga SMS dan Telepon menjadi salah satu biaya terbesar dalam hidup saya. Namun karena saat ini sudah dikawan ya biaya itu menurun 😀 😀 😀

Bagi anda mulai berkuliah di tahun 2000-2004 akan merasakan bahwa biaya komunikasi adalah salah satu biaya yang paling besar. Saat ini sih enak SMS Gratis. Dulu 1x sms biayanya RP. 250 rupiah saat harga telor cuman RP. 6000 sekilo. Saat ini SMS Gratis sementara harag telor RP. 18.000 sekilo.

Maksud saya adalah dulu SMS ITU SANGAT MAHAL SEKALI. 24x SMS Bisa buat beli telor sekilo, sekali makan itu brooo.

Namun ada orang yang melihat masalah ini sebagai peluang. Akhirnya dia menciptakan sebuah aplikasi untuk menyelesaikan mahalnyabiaya telekomunikasi ini. Dengan demikian kita saat ini bisa menggunakan whatsapp dengan hanya berbekal biaya pulsa RP. 50.000 sebulan, bisa bebas kirim pesan sepuasnya

Dan orang yang menciptakan WA ini, menjadi salah satu orang terkaya di Dunia.

Masalah = Ladang Uang

Bagaimana cara kita memandang masalah, akan menentukan bagaimana nasib kita. Kalau kita hanya menganggap masalah sebagai batu sandungan, maka masalah akan menjatuhkan kita.

Tetap kalau kita belajar untuk menjadi sumber solusi atas masalah – masalah yang kita hadapi, maka masalah adalah ladang uang.

Jangan sampai anda kuliah hanya untuk menambah isi otak anda tetapi tidak belajar menyelesaikan masalah. 

 

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: