Dari pengalaman saya, terkadang kesulitan utama dalam bekerja adalah mencari timing yang baik dalam bekerja. Dan salah satu hal yang sangat menghemat waktu dan sumber daya dalam bekerja adalah apabila kita memiliki sistem dalam bekerja.

Sebagai pengantar, saat ini saya adalah seorang bapak rumah tangga yang bekerja dari rumah. Ya, 100% penghasilan saya berhasil dari kerja di rumah, hanya ketemu pelanggan kalau ada permintaan khusus. Punya kantor tapi hampir ga pernah ke kantor, kecuali sangat dibutuhkan. Dalam1 tahun terakhir, saya ingat hanya ke kantor 3x saja :D.

Namun jangan salah sangka, jangan berpikir bahwa kerja di rumah itu pasti enak banget dan lbeih enak dari kerja kantoran. Pada dasarnya sama saja. Apabila anda mencintai pekerjaan anda, maka keja dimana pun enak.

Tantangan kerja di rumah adalah m,asalah disiplin dan keluarga.  Terus terang Dalam bekerja, keluarga bisa menjadi pengalih perhatian. Jangan salah sangka, ini sebenarnya bukan hal jelek. Disini kita dituntut untuk bisa bekerja dengan lebih baik lagi.

Karena hidup bukan hanya soal uang dan bekerja. ada keluarga juga. Dan dengan adanya keluarga apalagi kalau sudah memiliki anak, maka sistem kerja kita harus di ubah.

Disiplin dan Mood

Seperti yang saya sebutkan di atas, bekerja di rumah memiliki tantangannya sendiri. Disini terutama masalah disiplin. Sebagai salah satu contoh saja, kalau saya ke Gym buat olahraga, dan di GYm nya lagi rame, terasa lebih semangat nge-gym. Sementara kalau lagi sepi, agak kurang semangat.

Manusia adalah mahkluk sosial, kalau melihat banyak orang sedang melakukan sesuatu hal yang sama, kita terdorong juga untuk lebih semangat melakukan hal tersebut.

Sema seperti dalam bekerja. Keunggulan kerja di kantor adalah melihat teman – teman lain bekerja, kita pun jadi lebih semangat bekerja. Sementara kalau kerja sendiri di rumah, tantangannya adalah bagaimana me-motivasi diri sendiri untuk bisa bekerja dengan disiplin.

Apalagi anda yang saat ini bekerja sebagai karyawam, bersyukurlah ada Bos yang mengawasi sehingga lebih semangat bekerja (atau terpaksa) :D.

Sistem Dalam Bekerja

Kembali ke topik sistem dalam bekerja. Terus terang menurut saya sistem kerja dalam diri seseorang , akan terus berubah sesuai perkembangan jaman dan kondisi.

Dulu sebelum memiilki anak,saya bisa bekerja dari pagi hingga siang, kadang tengah malam pun bisa bekerja. Namun setelelah memiliki anak,  segalanya harus berubah karena anak membutuhkan perhatian yang besar.

Otomatis saya sudah tidak bisa kerja tengah malam. Karena kalau saya kerja tengah malam, besok siangnya akan ngantuk sehingga tidak bisa bantu jaga anak.

Kerja dari pagi hingga siang pun sudah tidak bisa, karena siang harus bantu ngurus anak juga. Dan dari berbagai skenario yang saya atur, ditemukan, waktu bekerja paling ideal adalah pagi – pagi jam 6 Pagi hingga jam 9 pagi. Sehingga otomatis rata – rata saya hanya kerja 2-3 jam sehari saja saat ini.

Kerjakan hal yang penting

Mau ga mau, punya anak atau tidak, berkeluarga atau tidak,kaya atau miskin, tua atau muda, kita semua memiliki keterbatasan. PUnya uang banyak pun, kita tidak bisa membeli waktu lebih dari 24 jam sehari. Satu hari hanya 24 jam.

Tidak ada kekayaan sebesar apapun yang bisa menambah waktu dari 24 jam sehari menjadi 25 jam sehari. Sehingga dalam bekerja kita harus pintar – pintar atur waktu.

terus terang memang banyak godaan untuk mengerjakan banyak hal. Dan kalau keinginan bekerja itu dituruti, kerja itu gak akan ada habisnya, Anda bisa bekerja 20 jam sehari dan tidak pernah bisa merasa cukup kerja. Kerjaan akan selalu ada.

Saya juga pernah mengalami kondisi demikian, pernah ingin mengerjakan semua hal. Dari pagi hingga malam tidak ada habisnya hal yang bisa dikerjakan.

Namun dalam suatu titik , saya akhirnya menemukan bahwa hal itu tidak efektif. Penjualan perusahaan saya tidak bertambah sesuai dengan penambahan kerja keras saya.  Tentus aja kalau jam kerja nambah, penjualan akan bertambah, tapi tidak linear.

Misalk erja 2 jam sehari penjualan 1 Juta, sementara kerja 8 jam sehari, penjualan naik menjadi 1,5 juta. Ini tentu tidak efektif. memang penjualan bertambah, namun tidak sebesar peningkatan kerja kerasnya. AKhirnya banyak hal yang harus dikorbankan.

Akhirnya mulai di review, apa saja pekerjaan yang paling efektif.Langkahnya sebagai berikut

  1. Daftarkan apa saja yang anda kerjakan hari itu
  2. Mulai review dan urutkan pekerjaan apa saja yang paling menghasilkan mulai dari yang paling menghasilkan hingga yang tidak menghasilkan
  3. Mulai coret pekerjaan yang tidak menghasilkan
  4. Terutama coret pekerjaan yang makan waktu lama tapi tidak menghasilkan

Dari langkah – langkah di atas, anda akan menemukan bahwa waktu kerja 8 jam sehari sudah lebih dari cukup. Dan anda akan bisa fokus ke pekerjaam yang paling menghasilkan.

 

 

 

 

 

Facebook Comments
News Reporter

2 thoughts on “Memiliki Sistem Bekerja

Leave a Reply

%d bloggers like this: