Seringkali, waktu membuka suatu usaha, tenaga kerja yang paling kepikiran adalah Anggota keluarga. Ya karena mungkin karena faktor kedekatan, mungkin juga lebih bisa dipercaya, dan yang lenih penting, gajinya bisa ditawar kali ya 😀

Namun mempekerjakan anggota keluarga , selain memiliki keunggulan , juga memiliki kekurangan. Ayah saya paling anti kalau mempekerjakan anggota keluarganya. Di perusahaan yang dia bangun, sama sekali tidak ada keluarga nya yang bekerja. Mama saya pun demikian, pernah mepekerjakan anggota keluarga, namun tidak sukses.

Berikut beberapa pertimbangan sebelum anda mempekerjakan anggota keluarga

Masalah rumah di bawa ke kantor, masalah kantor di bawa ke rumah

Mungkin ini adalah concern / perhatian utama sebelum mempekerjakan anggota keluarga. Apakah anda dan anggota keluarga yang di ajak bekerja mampu memisahkan antara masalah keluarga dan masalah kantor.

Jangan sampai masalah keluarga mengganggu kantor, apalagi masalah kantor akhirnya membuat hubungan dalam keluarga menjadi renggang.

Bersikap Profesional dan Disiplin

Tidak semua orang bisa bersikap profesional. Concern disini adalah, apakah anda mampu bertindak dengan tegas dikantor terhadap semua pegawai, termasuk anggota keluarga yang menjadi  pegawai ketika ada kesalahan.

Sebab apabila dibiarkan, mental karyawan lain bisa terganggu. Karyawan lain tidak akan melihat anggota keluarga anda sebagai sosok yang special. Ketika anda tidak bisa bertindak tegas kepada seorang karyawan entah itu anggota keluarga atau bukan, maka karyawan lain akan memiliki alasan untuk tidak disiplin.

Sebelum memutuskan untuk bekerja dengan anggota keluarga, pastikan anda mampu men-disiplin semua karyawan tanpa pandang bulu, dan pastikan anggota keluarga yang diajak kerja sama siap menerima disiplin apabila diperlukan

Konflik Kepentingan

Masalah yang lebih berat bagi kita di budaya timur adalah , orang yang lebih tua, biasanya lebih dihormati. Dan juga bisanya mengharapkan dirinya lebih dihormati.

Sekedar cerita. Jangankan anggota keluarga, teman saya yang punya perusahaan cerita. Perusahaan yang saat ini dia pegang adalah warisan dari orang tuanya. Sudah balik nama, resmi 100% milik teman saya.

Namun ada beberapa karyawan yang sudah sangat senior, masih bersikap seakan – akan lebih berkuasa di perusahaan . Ini masih karyawan resmi da bukan keluarga.

Ingat, sangat sulit mengendalikan apabila ada dua kapten dalam satu kapal. Pastikan serta diskusikan posisi dan struktur hirarki perusahaan dengan anggota keluarga. Bagaimanapun uang anda, tanggung jawab anda. Pastikan anggota keluarga yang diajak kerjasama, memiliki karakter yang siap dipimpin walau umurnya lebih senior.

Siap Me-Filter Saran dan Masukan

Pengalaman saya bekerja dengan anggota keluarga adalah, ketika salah satu anggota keluarga bekerja di tempat saya, dan menceriterakan masalah di kantor, maka anggota keluarga lain, akan memberikan banyak sekali saran dan masukan. Ya saya sih berterima kasih karena saran dan masukan tentu apabila tepat akan bermanfaat bagi perkembangan perusahaan.

Namun perlu diingat bahwa yang tau kondisi kantor adalah mereka yang bekerja di kantor itu sendiri. Orang luar tidak tau. Bersiaplah berfungsi sebagai filter, karena kebanyakan saran dan masukan juga tidak bagus. Sebagai pimpinan perusahaan anda harus siap meng-filter mana yang bermanfaat dan bisa di aplikasikan.

Kejujuran

Beberapa orang yang sayakenal, beberapa kali mempekerjakan anggota keluarga dengan alasan lebih jujur , sehingga bisa dipercaya. Kenyataannya tidak semua orang bisa jujur walaupun masih keluarga.

Menurut saya jangan pernah mempekerjakan anggota keluarga hanya karena berharap bisa lebih jujur. Namanya uang akan menunjukan karakter seseorang. Dan rata – rata kalau kepepet, lebih ke arah negatif.

Siap Berada dalam Situasi Konflik

Dan yang paling penting adalah, kalau anda mepekerjakan anggota keluarga, potensi konflik akan makin besar. Kalau anda siap berada dalam situasi konflik, silahkan bekerja dengan anggota keluarga. Kalau tidak,lebih baik jangan.

Siap Keuangan anda Terbuka

Salah satu saran papa saya ke saya adalah, jangan sampai ada orang lain yang tau kondisi keuangan mu,apalagi kalau sudah kaya. Kadang orang itu ga mau ngerti, bahkan keluarga dekat sendiri. Kalau sudah liat kita banyak omzet, mulai deh pinjam uang.

Padahal ga ngerti, kalau omzet itu harus terus diputar. Kalau uangnya habis dipinjam, ya toko tutup lah 😀

Siap Ditipu

Ini mungkin paling menyakitkan ya

BUkan hanya  nyuri dikit – dikit,

Masih dalam keluarga saya sendiri, ada saudara yang tega – teganya nipu. Bawa kabur barang dagangan. Kalau orang lain nipu sih mungkin ga terlalu perih. Ini keluarga sendiri, saudara sendiri, perihnya tuh disini 🙂 Hikss…

Ini cukup saya yang alami, anda jangan sampai ya 😀

Intinya adalah kalau soal uang, keluarga pun bisa nipu. Pastikan anda tidak ditipu oleh keluarga sendiri. Walau keluarga ,tapi hati orang siapa yang tau ya

Seperti ada pepatah, dalamnya lautan bisa di ukur, tapi dalamnya hati manusia, siapa yang tau ?

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: