Pernah dalam suatu posisi dalam hidup ini, ketika kebutuhan hidup saya bisa terpenuhi tanpa harus bekerja , saya merasa hidup ini melelahkan. Saya bukan orang yang kaya banget, di Indonesia menruut saya kalau ada pasive income sebesar RP. 15 juta sebulan saja, sudah bisa hiduyp enak kok. Dan saya juga bukan orang yang glamor.

Mobil asal rodanya bisa nge-gelinding, ga rusak,saya pakai.

HP asal ada WA dan BBM, saya pakai, ga perlu iPhone. Android  seharga 800 ribuan pun saya pakai santai saja.

Makan ga harus mahal, asal mewah hahaha (maksudnya adalah dagingnya banyak, ga harus di resto mewah).

Pakaian biasa aja, asal nutupin aurat 😀

Sehingga kebutuhan hidup saya sebenanrya tidak banyak. Dan di umur 28 saat ini, menurut saya pasif income saya sudah bica mencukupi kebutuhan hidup saya dan keluarga walau ga mewah – mewah banget.

Hingga di suatu posisi, saya Bangun pagi – pagi , melakukan rutinitas hidup sehari – hari, uang ada buat makan dan hidup sehari – hari. Namun bingung mau ngapain.

Disana kadang saya merasa lelah. Lelah bukan karena pekerjaan namun karena tidak ada yang “HARUS” dikerjakan. Dan kadang saya merasa iri dengan mereka yang bekerja harian di kantor mengejar penghidupan. Karena minimal mereka punya sesuatu yang dikerjakan dan harus dikejar.

Iman Kristen yang saya anut percaya bahwa Manusia pada dasarnya diciptakan Tuhan untuk berkarya. Sehingga kalau tujuanitu tidak terpenuhi, maka hidup manusia tidak bisa lengkap. Walau hidup ini banyak uang , tidak akan membuat manusia menjadi bahagia. Hanya berkarya yang bisa melengkapi kebahagiaan seorang anak manusia.

Dulu impian saya adalah pasif income saya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari tanpa harus bekerja. Namun setelah hal itu tercapai, saya mengetahui bahwa Tuhan tidak menciptakn manusia hanya buat numpang lewat makan di bumi ini terus mati lagi. namun selalu ada karya yang dihasilkan sehingga hidup ini bermakna dan tidak melelahkan.

Kalau boleh saya bandingkan, kelelahan saya pada saat tidak ada tujuan, jauh lebih melemahkan daripada pada saat dulu bekerja lebih keras membangun asset.

Bersyukurlah anda yang saat in menjadi karyawan dan belum mapan. Karena sebenarnya hidup anda itu menyenangkan. Ada sesuatu yang dikejar itu baik.

Menemukan Kembali Passion

Dalam kelelahan tanpa tujuan itu, saya kemudian merenung, apa yang menjadi hasrat saya dalam hidup ini. Saya mengingat – ingat kembali apa yang dulu membuat saya semangat. Membuat saya terus berkarya. Dan itu adalah menulis. Saya senang menulis, saya senang menganalisa angka – angka.

Saya memiliki banyak hobi. Saya suka berkebun, saya suka fotografi (dulu sempat beli kamera yang harganya lumayan mahal). Namun Hobi dan kesukaan saja tidak cukup. hobi sekedar hanya selingan. Passion lah yang akan membuat kita bergairah dalam bekerja.

Selamat siang, selamat berkarya. 

 

 

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: