Menjadi pengusaha tidak semudah yang dibayangkan. Hasilnya memang manis, namun prosesnya seringkali pahit. Berikut mentalitas (cara berpikir) yang harus dimiliki oleh pengusaha.

Rela Pakai HP Jadul

Maksudnya adalah kalau punya uang, baru dapat untung banyak,  tidak langsung dihabiskan untuk membeli Gadget Terbaru, namun lebih memilih untuk disimpan sebagai modal usaha lagi.

Mentalisas Pertama : Tidak Konsumtif, Berfokus ke pengembangan Usaha

Memiliki Satu Bisnis

Godaan seorang pengusaha dan yang juga saya alami ketika bisnis mulai maju adalah , sring tergoda untuk memasuki bisnis lain. Kalau semua bisa jalan sih bagus,namun yang sering saya temui dan saya alami sendiri adalah usaha menjadi tidak fokus , Bisnis baru hancur, bisnis lama pun terseret.

Mentalitas Kedua : Fokus pada satu bisnis

Punya Tabungan

Salah satu keunggulan menjadi pengusaha adalah omzet maupun profit bisa sangat besar. Namun di sisi lain terkadang juga ada bulan – bulan dimana tidak ada profit. Pengusaha harus mengatur keuangan dengan baik sehingga baik.

Mentalitas Ketiga : Bisa mengatur keuangan dengan bijak

Mendahulukan Karyawan

Pengusaha yang baik akan mendahulukan membayar beban – beban, misal gaji karyawan. Pengusaha yang baik akan memutar otak, bagaimana meningkatkan omzet agar bisa membayar karyawan loyal yang bekerja kepadanya.

Dengan membiasakan membayar karyawan (dan juga beban – beban dagang) terlebih dahulu, maka anda akan lebih terlatih bertanggung jawab dalam mengatur keuangan

Mentalitas ke- empat : Mendahulukan Karyawan

Gak Moody

Pengusaha yang baik harus bisa mengendalikan moodnya. Terkadang ada saja hal – hal yang bikin mood kita turun. Seorang pengusaha harus bisa mengatur moodnya agar bisa tetap semangat dalam membangun usaha.

Mentalitas ke- lima : Stabil Emosional, Mampu Berkonsentrasi.

Melihat Masalah Sebagai Peluang

Saat menulis artikel ini, anak saya yang berumur di sebelah saya lagi gangguin, minta ini itu :D. Awalnya pengen marah dan bikin ga mood kerja, namun saya mikir lagi. Sebenarnya kalau tergantung mood ya ga akan bisa kerja, karena gangguan akan selalu ada. akhirnya kepikiran poin nomer 5 di atas, Harus bisa stabil emosinya. Disini masalah saya dalam menghadapi anak, menjadi inspirasi untuk tulisan ini.

Mentalitas ke – enam : Masalah adalah Peluang

Inovasi

ber- inovasi bukan berarti tidak fokus, tetap fokus di satu bisnis, namun selalu berpikir untuk mengembangkan produk ataupun layanan. Tidakn hanya itu, inovasi juga dapat dilakukan dalam proses kerja, sehingga proses kerja menjadi lebih ringan

Mentalitas ke – tujuh  : Senang Ber- inovasi

Siap Berubah

Perubahan itu pasti ada, apalagi dengan teklogi yang makin cepat berkembang, perubahan menjadi semakin cepat. Pengusaha yang baik akan dengan bijak melihat perubahan sebagai sesuai yang bisa menguntungkan. Pengusaha yang baik ,akan memanfaatkan perubahan sebagai kesempatan untuk memperlebar pasarnya.

Mentalitas ke – delapan : Siap Mengikuti Perubahan Jaman

Bisa Tenang

Ketenangan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh pengusaha. Saat berbagai masalah datang, dengan ketenangan, semua masalah dapat diselesaikan. Sebaliknya kalau tidak ada ketenangan, masalah kecil bisa berubah menjadi masalah besar.

Terus terang mentalitas ketenangan adalah sesuatu yang mungkin akan terus di asah seumur hidup. Kita cenderung tidak tenang dan panik dalam menghadapi masalah.

Mentalitas ke – sembilan : Memiliki ketenangan.

 

 

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: