Gratisan

Salah satu strategi marketingyang terbukti cukup efektif adalah memberikan Free Stuff alias barang gartis kepada calon konsumen. Namun untuk kasus konsumen Indonesia agak nya marketer harus berhati – hati. Jangan sampai menjadi bumerang.

Salah satu kasus “Gratisan” heboh yang menjadi sorotan saya adalah ketika salah satu merek Ice cream, membagikan Ice cream gratis kepada masyarakat di salah satu taman kota.

masyarakat yang datang membludak, sehingga taman kota yang sudah susah – susah ditata oleh pemerintah kota, akhirnya hancur berantakan. Dan Walikotanya langsung menuntuk perbaikan kepada perusahaan yang memberikan gratisan.

Ganti ruginya sih tidak seberapa,n amun kerugian karena merek yang “tercemar” akan lebih besar.

Memberikan barang gartis sebenernya adalah trik marketing yang sangat efektif, dimana konsumen diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk mencoba suatu produk sebelum akhirnya menjadi pelanggan produk tersebut.

Namun yang menjadi masalah adalah, marketer harus pintar – pintar menilai apa efek jangka panjang dari gratisan tersebut.

Subsidi

Tidak hanya gratisan yang berbahaya, namun skema pemerian subsidi yang salah , juga bisa mengakibatkan masalah besar. Akhir – akhir ini terjadi kasus terhadap perusahaan start – up Ojek Online, dimana banyak pengemudi ojek yang akunnya kena suspen dikarenakan ada dugaan order fiktif.

Dimana karena ada subsidi perusahaan, pengemudi nakal memiliki celah untuk mengambil keuntungan karena dengan order fiktif , pengemudi menerima uang cuman -cuma karena ada subsidi dari perusahaan.

Nah disini subsidi tidaklah salah. Tujuan subsisi adalah agar pengguna memiliki kesempatan untuk mencoba layanan dengan harga lebih murah, ini bisa kita anggap sebagai ongkos akuisisi pelanggan.

Namun yang perlu diperhatian disini adalah ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membuat order fiktif sehingga akhirnya perusahaan dirugikan.

Sebelum perusahaan memberikan subsidi, menurut saya, ada baiknya perusahaan memikirkan skema dan sistem keamanan yang canggih agar mengghalangi pihak – pihak nakal mengambil subsidi untuk kepentingan pribadi.

Karena jika ada kasus sperti si atas (Banyak kasus karyawan tidak jujur) , akan membuat mental dari karyawan yang jujur menjadi turun. dan ini adalah masalah yang lebih besar lagi.

Belum Siap Mental

Melihat dua kasus di atas, menruut saya mental masyarakat Indonesia masih belum siap untuk menerima barang gratis atau subsidi. Jangankan sama perusahaan, saat harga BBM di Indonesia jauh lebih rendah daripada di luar negeri, banyak terjadi kasus penyeludupan BBM.

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: