Menurut saya, dalam bekerja dan membangun bisnis, rajin dan tekun saja tidaklah cukup. Mau serajin apapun anda, sehari kita cuman punya waktu 24 jam. Dan dari 24 jam waktu yang kita punyai,  mungkin maksimal hanya 18 jam waktu yang dipakai buat kerja. Sehingga sebagai manusia kita memiliki keterbatasan dalam bekerja.

Sehingga sebenarnya rajin saja tidak cukup. Kalau rajin itu cukup untuk bikin jadi kaya, maka orang – orang di pedalaman yang setiap harinya rajin bekerja akan lebih kaya daripada orang – orang di kota besar.

Ada sebuah ceritera yang sangat saya sukai, saya lupa sumbernya dari mana.

Alkisah di sebuah kota yang sering kesulitan air, diadakan rapat untuk memutuskan cara menanggulangi masalah air yang semakin sulit didapat.

Akhirnya dari rapat tersebut didapat keputusan bahwa kontrak pengelolaan air akan diberikan kepada dua orang pemuda, sebut saja Joni dan Jonas. Kepada mereka berdua diberikan sejumlah uang untuk mengatasi permasalahn air.

Besoknya Joni langsung membuka toko Air, dimana dengan uang yang didapat dia menyewa para pekerja untuk menimba air di sungai dan membawa ke rumahnya kemudian dijual. Dan hanya dalam beberapa tahun saja, joni menjadi kaya raya dari menjual air yang ditimba di sungai oleh para pegawainya. Sementara jonas sepertinya tidak berbuat apa – apa. Tidak ada air yang dijual oleh jonas.

Para tetua kota datang ke jonas dan bertanya, kenapa belum ada perkembangan dari proyek air yang diberikan kepada  jonas. Dan jonaspun hanya meminta waktu hingga akhir tahun. Tetua kota pun setuju.

Setelah akhir tahun, tiba – tiba jonas memasang iklan di depan rumahnya, dijual air, dengan harga yang lebih murah daripada si Joni. Dan karena lebih murah, pelanggan Joni, satu per satu berkalih ke jonas.

Tetua kota kembali datang ke jonas dan bertanya, bagaimana si Jonas bisa menjual air lebih murah, padahal selama ini sepertinya tidak ada yang dia kerjakan. Dan jonas pun menjelaskan bahwa walau selam ini sepertinya tidak ada yang dia kerjakan, namun sebenarnya dia sedang membangun saluran pipa air ke rumahnya,sehingga mencari air bisa lebih praktis.

Tahun demi tahun berlalu, Usaha Joni yang awalnya lebih cepat berkembang dari jonas, lama – lama mulai meredup dan akhirnya bangrkut, sementara jonas makin maju, karena dia tidak perlu pegawai untuk menimba air, melainkan menggunakan pipa air (teknologi).

Ya, cerita di atas mungkin agak kurang masuk akal dan banyak pertanyaan celahnya. Namun kita ambil hikmahnya saja. Orang yang hanya mengandalkan kerajinan (rajin menimba air)

Disini diperlukan suatu kepintaran untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan cara yang lebih canggih. dan Teknologi adalah kuncinya. Anda jangan langsung berpikir bahwa anda harus membeli teknologi baru, bukan itu maksud saya.

Maksud saya adalah cara berpikir kita, mulailah ditambahkan dari tingkat RAJIN dan TEKUN, menjadi Rajin, tekun dan pintar. Kalau anda hanya rajin dan tekun, maka perlahan – lahan pekerjaan anda akan digantikan oleh robot. Dan tahukah anda bahwa saat ini banyak pekerjaan manusia yang sudah tergantikan oleh robot dan komputer.

Jaman dulu operator telekomunikasi memakai jasa manusia untuk menghubungkan satu titik telepon ke telepon lain. Saat ini sudah pakai komputer. Kalau dulu kirim surat pak pos yang antar surat . saat ini sudah ada email. Terus terang perkembangkan  teknologi akan membunuh banyak pekerjaan manusia. Namun manusia harus bisa melampaui teknologi. Mulai lah berpikir pintar dan tetap rajin dan tekun.

Membangun Sistem (Infrastuktur)

Pada contoh kasus Joni dan Jonas di atas,  yang dibangun oleh jonas adalah infrastuktur penyaluran air. Sehingga setelah infrastuktur tersebut selesai dibangun, maka jonas bisa menjalanjan usahanya dengan biaya yang relatif kecil.

Yang perlu kita tangkap adalah, bagaimana kita bisa mengubah pekerjaan manusia menjadi pekerjaan mesih. Atau minimal bagaimana kita bisa menyederhanakan rutinitas sehingga waktu luang kita makin banyak dan pekerjaan akan selesai dengan lebih cepat.

Hasilnya Tidak Langsung

Dalam membangun sistem, salah satu tantangannya adalah hasilnya tidak langsung terlihat, speerti cerita di atas, orang yang yang lansgung beraksi tanpa membangun sistem, akan langsung terlihat hasilnya. Tinggal ambil air terus jual, dapat uang.

Sementara orang yang bekerja dengan pintar dan membangun sistem kerja dan infratuktur, terkadang hasilnya baru terlihat bertahun – tahun kemudian serta biayanya juga lebih besar. Sehingga terkadang banyak orang yang terjebak bekerja hanya rajin saja dan melupakan untuk bekerja pintar.

Cari tau pekerjaan berulang

Cara paling sederhana dari membuat sistem dan infrastuktur pekerjaan adalah mencari tau pekerjaan apa yang paling sering anda kerjakan berkali – kali. Misal sebagai programmer, saya akan mencari tau Coding apa yang sering saya ketik berulang – ulang, misal membuat tabel di Php. Maka tabel itu akan saya masukan sebagai suatu fungsi.

Atau misal biasanya kalau saya mau jilid buku, maka saya ke tempat fotokopi. Karena pekerjaan ini bisa dilakukan berkali – kali maka suatu saat saya datangi tempat fotokopinya, saya minta nomer telepon dan nanya, apakah bisa delivery, tentu nantinya saya kasi tambahan duit buat ongkos delivery. Karena akan lebih hemat waktu . Dan bagi saya waktu sangat berharga.

Contoh lain, Sebagai Koki atau memasak misalnya, cari tau apa saja bumbu – bumbu yang paling sering anda pakai . Kalau saya karena suka masak, saya tau , bahwa masakan indonesia paling butuh Bawang putih dan Bawang merah. Oleh sebab itu pada saat lagi ada Asisten rumah tangga part time (Datang jam 8 pagi pulang jam 1 siang), maka saya sering – sering minta untuk kupas bawang semamngkok, sehingga waktu saya mau pakai, tinggal dipakai tanpa saya harus habiskan waktu untung kupas bawang.

Contoh di industri pasar modal yang saya geluti, Setiap hari di pasar modal ada data perdagangan sahan. Dulunya data perdagangan saham ini saya download sendiri dan kemudian upload sendiri setelah itu di olah sendiri. Namun suatu saat kegatan rutin ini serasa sangat menjemukan dan akhirnya jadi berat.

Suatu ketika akhirnya saya sewa programmer untuk membuat sistem yang otomatis, otmoatis download data, otomatis upload dan otomatis mengolah data seperti yang saya olah (memasukan pemikiran ke dalam code program). Hasilnya pekerjaan yang dulunya berjam – jam sehari, setelah dibuat jadi baris – baris kode, akhirnya dikerjakan oleh komputer hanya dalam beberapa menit saja.

Ada banyak lagi contoh lain, garis bawahnya adalah, jangan terperangkap hanya rajin saja. Tetapi cobalah berpikir bekerja pintar damn kreatif, karena manusia ini unik, memiliki otak yang luar biasa. Kalau kita hanya mengandalkan kekuatan secara fisik, maka kita tidak menggunakan otak kita dengan maksimal.

Facebook Comments
News Reporter

1 thought on “Rajin Saja Tidak Cukup

Leave a Reply

%d bloggers like this: