Business team avatars

Terus terang saya belum pernah sekalipun menajdi karyawan, mungkin karena orang tua wiraswasta sehingga sekalipun tidak pernah terlintas dalam pikiran untuk menjadi karyawan. Jika suatu saat sata benar – benar tidak punya uang, saya ebih memilih untuk jualan nasi goreng di pinggir jalan daripada menjadi karyawan di kantor.

Namun kami sendiri memiliki beberapa karyawan, dan dari sudit pandang kami, ada beberapa kriteria karyawan yang menjadi dambaan 😀

Terbuka

Yang paling bikin jengkel ketika menghadapi karyawan adalah kalau karyawan tidak terbuuka terhadap apa yang dia inginkan. Ini terjadi terutama terhadap karyawan yang memiliki pendidikan rendah. Misal meminta kenaikan gaji dengan cara mulai kerja ga benar. Misal ngomel – ngomel saat kerja atau pasang muka cemberut.

Tapi lama – lama kami sudah tau apa yang dia inginkan, sehingga langsung dikasi kenaikan gaji, tentu dengan jangka waktui tertentu, misal setahun sekali.

Tidak Membawa Masalah Pribadi ke Kantor

Ada juga karyawan yang kadang membawa masalah pribadi ke kantor, dan hal ini kadang membuat kita salah paham. kirain ada masalah apa di kantor kok cemberut, padahal ada masalah pribadi. Kadang membuat suasana tidak menyenangkan dan mengganggu suasana kerja.

Bagi saya, masalah pribadi adalah masalah prbadi, kantor adalah kantor.

Loyalitas

Jaman sekarang terus terang orang yang loyal sulit dicari. Kami punya satu pegawai yang muungkin tidak pintar, pendidikan rendah, namun loyal. Sehingga berbagai kesalahan yang dia buat bisa kami tolerir dan saat tulisan ini dibuat beliau sudah bekerja bersama kami 4 tahun lamanya.

Mau Belajar

Masih pegawai yang sama dengab poin loyalitas di atas. Waktu awal kali pegawai tersebut bekerja , kadang jengkel juga kalau melihat orangnya suka lupaan, bekerja asal – asalan , kadang keras kepala dan terus terang membuat jengkel.

Namun bagusnya adalah orangnya mau belajar, sehingga pelan – pelan bisa disetir sesuai dengan apa yang kami harapkan. Dan lambat laut, kesalahan – kesalahan yang beliau perbuat makin sedikit.

Ada teman yang bilang gini , menemukan pegawai yang cocok seperti menemukan pasangan hidup. Dan saya pikir sebagian ada benarnya juga. Maksudnya adalah proses kita mengenal seseorang adalah proses seumur hidup.

Selama pegawai tersebut mau belajar menyesuaikan diri. dan juga pemberi kerja bisa menyesuaikan diri, maka hubungan kerja akan terus berlanjut. Namun apabila salah satu tidak bisa menyesuaikan diri ya berarti harus ada pemutusan hubungan kerja.

Disini yang penting adalah proses belajar.

Ada teman juga yang ceritera, awalnya dia bekerja sebagai kasir, suatu saat bosnya meinta bantuan kerjain bagian Acoounting, teman saya bilang, boleh pak tapi saya harus belajar dulu, Akhirnya dia belajar Accounting dan bisa mengerjakan tugas Acoounting. Lambat laun, jabatannya naik lagi, namun seperti sebelumnya dia minta waktu untuk belajar. Dan jabatannya terus naik.

Keinginan untuk terus belajar adalah sesuatu yang bisa membuat karir seorang pegawai terus menanjak.

Memiliki Inisiatif

Salah satu pegawai yang pernah bekerja pada kami , pernah memberikan ide bagus untuk pengembangan perusahaan yang hingga saat ini terus kami pakai. Awalnya saya hanya jualan buku dalam bentuk fisik, namun diberikan saran, bagaimana kalau jualan buku lewat media Online, dlaam hal ini Google play book.

Awalnya saya kurang yakin, karena terus terang saya lebih suka buku fisik. Namun karena tidak ada ruginya, saya setuju buat coba. dan hasilnya luar biasa, tidak kalah dengan hasil penjualan buku fisik. Dan ini adalah sesuatu yang semua perusahaan butuhkan..

Memang kadang ada perusahaan yang mengabaikan saran/masukan dari pegawainya. Namun jika saat ini anda memiliki ide – ide bagus, jangan ragu untuk disampaikan kepada pimpinan. Perusahaan yang bagus, seharusnya bisa mendengarkan masukan dari karyawan.

Pintar Ambil Hati Atasan

Pintar ambil hati dengan menjilat, adalah dua hal yang mungkin spertinya sama tapi berbeda. Menjilat mungkin berarti apapun yang atasan anda katakan anda iyakan , mentalnya adalah asal bapak senang.

Sementara mengambill hati atasan lebih dari itu, Misal atasan menyuruh berjalan 1 mil, anda akan berjalan 2 mil, lakukan lebih dari apa yang diminta sehingga orang yang meminta , menjadi senang.

Misal atasan anda suruh tanya harga buah, Jangan hanya jawab “1000 pak”,  tapi lebih jauh dari itu, lebih detil lagi, “kalau beli 1 seribu pak, kalau sekotak Rp. 900 per biji, kalau beli 10 kotak bisa diantar, nomer HP penjual 081123123123, yang jual namanya pa Asep, buka senin hingga jumat, sabtu minggu tutup pak”

Dibutuhkan

 

Dan yang mungkin salah satu yang terpenting adalah apabila karyawan mampu memberikan manfaat kepada perusahaan tempat dia bekerja. Apabila karyawan mampu memberikan  manfaat yang besar kepada perusahaan, maka perusahaan tidak akan segan menggaji karyawan tersebut dengan gaji tinggi.

MIsal karyawan mampu memberikan manfaat sebulan sebesar RP. 10 juta, maka perusahaan tidak akan segan menggaji RP. 8 juta. Namun kalau manfaatnya hanya RP. 2 Juta, maka perusahaan akan berpikir untuk menggaji 3 juta. Sebab apabila perusahaan menggaji karyawan lebih dari manfaat yang di aberikan, maka perusahaan akan bangkrut.

Sebelum anda meminta kenaikan gaji kepada perusahaan anda bekerja, pastikan manfaat yang anda berikan kepada perusahaan melebihi gaji yang anda minta,

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: