Salah satu film yang anak saya paling sukai adalah film CARS. Sangking anak saya suka menonton film Cars ini,  sehari kadang putar ulang hingga 3x. Dan karena seingnya nonton sambil saya kerja, maka beberapa bagian bisa saya hapal.

Salah satu bagian adegan film cars, menceritakan Lightning McQueen (Lightning), adalahh sebuah mobil balap yang fenomenal, sebuah mobil balap pemula (rookie), namun menampai posisi tiga teratas kejuaraan dunia.

Di suatu perlombaan, Lighning ini menyelesaikan balapan dengan timing yang sangat mepet dengan dua mobil lainnya. Sehingga para juri membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan siapa pemenang balapan sekaligus pemenang yang berhak mendapatkan PISTON CUP (hadiah utama).

Pada saat menunggu pengumuman pemenang, lightning mcQueen diwawancarai oleh wartawan, dan dengan sombong dia mengatakan bahwa semuanya adalah usahanya sendiri atau One Man Show.

Sontak kru balap yang lain menjadi marah dan meninggalkan dia. Dan salah satu calon pemenang lain yang lebih senior berkata bahwa, balapan bukanlah pekerjaan satu orang, dibutuhkan tim untuk dapat memenangkan balapan.

Untuk sekedar tau, tim dalam balapan meliputi Kru untuk mengganti ban, rem , pengisian bahan bakar dan lain sebagainya. Tanpa mengganti onderdil yang rusak / aus pada saat balapan, pembalap bisa mencelakakan dirinya sendiri.

Seperti halnya balapan, hidup ini bukanlah pekerjaan satu orang. Bukan one man show. Anda bisa saja bersikap one man show, namun itu akan merugikan diri anda sendiri.

Hidup ini adalah pekerjaan tim. Jangan berpikir jauh dulu ke dunia kerja. Dalam keluarga saja, Bapak dan Ibu harus memiliki kerjasama untuk mengurus keluarga. Biasanya Bapak bekerja cari uang,  dan ibu mengurus rumah serta anak. Seorang bapak akan sangat kesulitan jika harus bekerja sekaligus mengurus anak dan rumah. Sebaliknya seorang ibu juga akan kesulitan kalau harus tetap bekerja sambil juga mengurus rumah dan anak.

Butuh Orang Lain

Menyadari bahwa hidup ini bukan pekerjaan One Man Show, maka kita akan lebih menghargai orang lain sebab kita membutuhkan orang lain. Punya uang sebanyak apapun, tetap butuh orang lain.  Minimal buat mengurus property yang dimiliki kan.

Bersikap Rendah Hati

Untuk bisa berhubungan dengan orang lain, sikap rendah hati sangat dibutuhkan. Orang yang sombong cenderung tidak disukai. Sementara orang yang rendah hati, lebih disukai. apalagi kalau sudah kaya , rendah hati pula. Paling  jengkel kalau sudah ketemu orang yang miskin, sombong pula.

Jangan salah sombong bukan hanya soal harta. Ada orang yang miskin, namun pernah mempelajari suatu bahasa , anggap saja bahasa inggris. yang dianggap berguna. Dan kemampuan itu dia sombongkan, bahkan menghina orang yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Orang seperti ini tidak akan bisa menjadi guru bahasa inggris. Padahal kalau mau rendah hati, dia bisa menggunakan kemampuannya minimal untuk jadi guru bahasa inggris.

Its Not About Me

Kalau kita menyadari bahwa hidup ini bukan one man show, maka kita tidak akan ragu  untuk memberikan penghargaan kepada orang lain. Terus terang kita akan lebih senang berada dekat dengan teman yang bisa memuji apa yang kita capai bukan, daripada berteman dengan orang yang mengambil semua kemuliaan untuk dirinya sendiri.

Jangan ragu untuk berkata pada teman anda “Kamu hebat ya, bisa memasak”, “Kamu hebat ya bisa punya blog”, “Wah, kamu hebat, masih bisa tetap menulis walau waktu luangya sedikit”, atau sekedar kata “Good job” untuk pegawai akan membangkitkan semangat bekerja

Berikan apresiasi terutama untuk orang yang bekerja dengan anda.

Peduli Pada Keadaan Orang Lain

Kami punya asisten rumah tangga yang kadang bikin kesal. Awal – awalnya cuci piring ga bersih, masuk suka terlambat, pulang minta lebih cepat,dan hal – hal lain yang bikin kesal lah.

Namun kami berusaha peduli. Kalau minta pinjam uang kami berikan (tentu akan potong gaji) . Kalau ada keluarganya nikah, kami kasi juga uang . Kalau sakit kami bantu obatnya.

Lama kelamaan yang tadinya bikin kesal karena banyak salahnya, akhirnya mau berproses hingga saat ini menajdi pegawa yang paling lama bekerja dengan kami.

Cerita lain, salah satu pegawi papa yang sudah bekerja hampir 30 tahun dengan papa. Dari saya lahir , pegawai tersebut juga ikut ngurus saya. Dan saya salah satu contoh kepedulian kepada orang lain, bisa saya lihat dalam hidup papa . DIman sering papa ngomel – ngomel, salah pegawainya apa. Dan banyak sekali salahnya, kadang salah yang bodoh sekali.

Namun tetap aja, gajinya dibayar penuh, kalau sakit dibelikan obat, pulang pun tidak boleh terlalu malam,kalau kita lagi pergi ke luar kota, papa jarang membeli oleh – oleh untuk keluarganya, tapi untuk pegawai dia selalu ingat.

Suatu hari mama ada keperluan sehingga pegawai tersebut harus pulang lebih malam untuk membeli beberapa barang, malah papa ngomel tentang sikap mama yang menyuruh pegawai pulang lebih malam.

Ada hal – hal yang bikin kita kesal dengan seseorang. pasti ada aja, namun kalau kita sadar kita butuh orang lain, kita akan lebih peduli dengan  keadaan orang tersebut.  Papa saya pernah berkata “ga apa – apa kasi gaji lebih buat pegawai, kalau ga ada mereka, kita lebih repot lagi”

Mau Salah

Sebuah masalah kecil, terkadang bisa menjadi besar apabila pihak yang salah terus berkilah. Orang yang cenderung One Man Show, apalagi pemimpin, terkadang masalah utamanya adalah Ego dan tidak mau disalahkan.

Sehingga masalah yang tadinya kecil, dan harusnya cepat selesai , bisa berkembang menjadi masalah yang besar dan lama selesai. Ingatlah bahwa kita bisa salah, dan salah itu hal yang wajar . Mengakui kesalahan adalah awal dari kemajuan.

Mau Mengampuni

Dalam hubungan , pasti ada saja gesekan. Jangankan kepada  pegawai, atau rekan kerja. Dalam keluarga sendiri pun pasti ada gesekan. Sebuah perkataan yang menyakiti hati, atau sebuah tindakan yang tidak berkenan.

Dan gesekan itu terjadi akibat ada orang lain, coba kalau kita hidup sendiri tidak ada orang lain, pasti tidak akan ada gesekan. Namun disanalah kita diproses. Sadar bahwa hidup ini bukan one man show, kita butuh keluarga kita. Suami butuh isteri, isteri butuh suami.

Teman saya cerita, kalau saya ga butuh isteri saya, saya akan tinggalkan keluarga saya, anak – anak dibawa  sama isteri saja, dan saya senang – senang. tapi saya butuh isteri saya. Sadar bahwa hidup ini butuh orang lain, sebab sedari awal kita diciptakan sebagai mahkluk sosial. Mungkin anda tidak butuh uang dari orang lain, tapi minimal anda butuh ber-sosial dengan orang lain.

Sehingga mau tidak mau, ketika ada masalah dan tersakiti, kita rela untuk mengampuni.

Menemukan Rekan Yang Tepat

Karena kita tidak hidup sendiri, maka menemukan rekan yang tepat akan sangat membantu hidup ini. Sebaliknya kalau salah memilih rekan, bisa gawat hidup ini hehehe. Ada yang berkata bahwa, kalau salah memilih pasangan hidup, itu adalah penyesalan seumur hidup. Karena dalam iman Kristen, perceraian adalah hal yang tidak mungkin  Sekali menikah untuk selamanya.

Sedikit berbeda dalam dunia kerja maupun pertemanan. Kalau kerja ga cocok tinggal keluar, cari tempat kerja lain. Teman ga cocok, cari yang lain. hingga ketemu yang kira – kira pas.  Kalau rekan kerja anda adalah orang yang baik, suka bergaul, maka pekerjaan di kantor akan lebih menyenangkan. Malah mungkin ke kantor adalah sebuah hiburan. Namun sebaliknya kalau teman – teman kantor menyebalkan, ke kantor rasanya seperti ke tempat sauna. Panasss (hati ini)

Menjadi Rekan Yang Tepat

Solusinya adalah kalau kita tidak bisa menemukan rekan yang tepat atau merasa sudah merasa salah memilih rekan, adalah…

JADILAH… Rekan yang tepat. Hampir tidak mungkin mengubah orang lain, namun anda punya kuasa untuk mengubah diri anda sendiri.

 

Facebook Comments

News Reporter

1 thought on “One Man Show

Leave a Reply

%d bloggers like this: