Salah satu hobi yang saya tekuni adalah berkebun. Dari kecil saya suka berkebun, mulai dari menanam kacang hijau, jagung, mawar, hingga Anggrek. Dan semuanya menghasilkan.

Suatu saat, isteri saya meminta pohon mangga dan mertua memberikan pohon anggur. Masalah mulai muncul. Mangga tidak berbuah dan anggurpun tidak menghasilkan. Buahnya tidak ada walau pohon rimbun.

Kemudian saya mulai mencari tau apa akar permasalahan dan tidak lupa kedua pohon tersebut diberikan pupuk , anti hama dan lain sebagainya. Tetap saja tidak mau berbuah. Suatu ketika saya membaca buku yang menuliskan, kalau  pohon anggur tidak mau berbuah, maka untuk merangsang pembuahan, daun – daunnya serta beberapa batang harus dipotong ,sehingga hanya beberapa batang saja yang dekat dengan batang pohon terbesar.

Lantas saya coba itu, dan beneran,. Hanya dalam beberapa minggu setelah pemangkasan daun dan batang, pohon anggur tersebut menghasilkan buah.

Selidik punya selidik, ternyata tanaman mempunyai dua cara reproduksi, yaitu generatif dan vegetatif. Generatif adalah reproduksi seksual dimana akan muncul bunga dan menjadi buah. Sementara Vegetatif, adalah reproduksi vegetasi atau mengahsilkan daun (pohon tambah besar, daun banyak , tapi tiada buah)..

Di bagian ini saya akan membahas mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk bertumbuh,.

Masalah = Pemicu Pertumbuhan

Saya percaya bahwa kalau saat ini kita semua sedang mengalami masalah, hal itu adalah suatu cara Tuhan untuk membuat kita bertumbuh. Terus terang, kita ini kan paling senang berada di wilayah nyaman. Kalau tidak ada masalah itu paling enak. Namun suatu ketika, masalah itu datang untuk membuat hidup ini bertumbuh.

Masalah itu seperti alarm bangun tidur. Ketika ada masalah, jangan kecewa dan patah hati, sebaliknya, percayalah bahwa masalah muncul, karena sudah saatnya anda bangun dari tidur anda, untuk berkembang jadi lebih baik lagi.

Ketika ada masalah, Yakinlah bahwa itu berarti anda siap bertumbuh. 

Proses

Bertumbuh membutuhkan proses. Anda tidak bisa mengharapkan bayi lahir dalam satu bulan dengan menghamili 9 Wanita. Seperti halnya tumbuhan yang bertunbuh, tentu membutuhkan proses. Tanaman padi perlu waktu 3 bulan agar bisa menghasilkan.

Pohon mangga dari biji, perlu waktu bertahun – tahun untuk bisa mengeluarkan buah pertamanya. Seringkali yang membuat  pertumnbuhan itu begitu sulit adalah proses yang terkadang lama dan menjemukan. apalagi kalau proses tersebut adalah proses di dalam kesulitan.

Seorang olahragawan harus rela bersusah lelah setiap hari berlatih agar bisa memenangkan pertandingan. Pertandingan yang hanya 2 jam, mungkin di belakangnya ada latihan 10 ribu jam.

Kadang kalau kita lihat kesuksesan orang lain, kita hanya melihat apa yang dia punya, kekayaannya berapa, perusahaannya ada berapa mobilnya 10 dan lain sebagainya, tetatp kita melupakan ada berapa banyak keringat dan kerja kerasa yang dikeluarkan.

Proaktif, Jangan Reaktif, Be The Man

Salah satu sikap yang membuat sulit maju adalah reaktif dan buka proaktif. Orak reaktif akan ngomel – ngomel ketika ada pemadaman listrik, dan menyalahkan pemadaman listrik akan setiap hal yang mungkin terjadi hari itu. Sementara orang proaktif akan tetap produktif ketika terjadi pemadaman listrik. Serta tidak menjadikan pemadaman listrik sebagai suatu alasan.

Sikap reaktif akan membuat kita tidak bisa berkembang karena mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain atau keadaan.

Orang reaktif akan berkata

“Saya tidak bisa sukses karena pendidikan kurang”.

“Saya tidak bisa sukses karena tidak punya modal.”,

“Orang tua saya pegawai, kakek saya juga pegawai, kakek buyut saya juga pegawai, saya tidak akan pernah jadi pengusaha. ”

“Saya orangnya pemarah”,

Gantikan kata – kata itu dengan

“Saya akan mulai belajar”,

“saya akan mulai cari modal”,

“saya yang akan menjadi titik balk di dalam keluarga saya”.

“saya akan jadi panutan”

“Kalau saya berusaha, pasti saya bisa”.

“Saya yang mengendalikan emosi saya”

Berhenti mengalihkan  tanggung jawab kepada orang lain atau keadaan, ambil tanggung jawab atas hidup anda sendiri. “I am the man“..

Mau Melangkah

Pada akhirnya, ketika tiba saatnya di perlombaan, percuma saja persiapan ribuan jam dikeluarkan untuk berlatih, jika si olahragawan tidak mau melangkah dalam perlombaan.

Sering yang membuat perbedaan antara orang sukses dan orang yang tidak sukses hanya masalah LANGKAH. Dua orang sama  – sama berlatih, sama – sama berkorban untuk bisa meraih kesuksesan. Yang satu berani melangkah, sementara yang satu lagi tidak berani melangkah.

Tentu ketika anda melangkah ada resiko. Bisa saja gagal, teman – teman bahkan keluarga ragu, namun anggap saja itu adalah bagian dari proses.

Dalam hidup, saya mengambil prinsip ini. Saya tidak akan menunggu sempurna baru melangkah. Karena kalau menunggu keadaan sempurna baru melangkah, 100% saya yakin. Tidak akan ada tindakan yang diambil. Karena keadaan sempurna itu tidak akan pernah ada.

Power of Community

Kalau saya ingat  kembali masa – masa pertumbuhan , salah satu yang paling menentukan adalah komunitas tempat saya  berkembang. sebuah pepatah bijak berbunyi “pergaulan buruk, merusak kebiasaan yang baik”. Membentuk kebiasaan yang baik, kadang sangat sulit. Jangan sampai dirusak oleh pergaulan yang buruk.

hidup ini memang bukan one man show,  Namun salah memilih rekan , bisa berakibat sangat buruk.

Do the Extra Mile

Untuk bertumbuh, kita harus melatih diri sendiri, agar melakukan segala sesuatu dengan Extra. Jika ada yang meminta untuk berjalan 1 kilometer, berjalanlah dua kilometer. Jika ada yang meminta bajumu, berikan juga jubahmu. Wah jadi telanjang donk 😀 Bukan itu , maksudnya adalah kalau ada tugas yang harus dikerjakan, kerjakanlah dengan sungguh – sungguh melebihi apa yang diharapkan.

Milikilah mentalitas Excelence, sehingga ketika pihak yang memberikan tugas menerima hasil pekerjaan kita, maka dia akan merasa puas, dan mungkin akan merekomendasikan ke orang lain.

Memang ini tidak mudah, anda mungkin berkata “hanya hanya kerjain tugas kuliah”, “Saya cuman digaji 2 juta”, “Tanggung jawab saya cuman sampai disini”.

Mungkin benar, anda cuman kuliah, anda cuman digaji dua juta,tanggung jawab anda hanya segitu,. Tapi kalau anda mau bertumbuh, ada harga yang harus dibayar, kerjakan tugas anda dengan sebaik – baiknya. Melebihi apa yang orang harapkan.

Anda tidak akan bisa mencapai target  10, kalau hanya mengerjakan 7. Bos anda suruh 7, anda kasi 7, ya anda tidak akan bisa naik level ke 10.

Keep Thirsty, Keep Hungry

Jangan puas dengan apa yang ada saat ini. BUkan berarti tidak bersyukur, namun teruslah belajar , teruslah lapar dan haus akan pengetahuan dan teknologi baru. Beli buku – buku baru yang akan menambah pengetahuan anda.

Jadilah Pemimpin

Anda berhutang kepada diri anda sendiri, untuk menjadi pemimpin,. Minimal memimpin diri anda dan keluarga. Memimpin artinya memegang kendali, lebih dari itu, memegang tanggung jawab, pemimpin menjaga orang yang dipimpin, memberi apa yang menjadi kebutuhan orang yang dipimpin sesuai konteksnya, dan memberi tujuan kepada yang dipimpin.

 

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: