Saya pernah mencoba ber-olahraga dengan keras pada saat berusaha menurunkan berat badan. Sekali ke gym, bisa menghabiskan waktu dua jam, dengan tujuan membakar kalori agar berat badan bisa turun. Namun sepertinya semakin saya berusaha menurunkan berat badan dengan ber-olahraga, semakin berat badan ini tidak mau turun.

Sekali tread mill (latihan lari), bisa menghabiskan waktu hingga 1 jam, dan membakar kalori hingga 500-600 Kalori. Namun ttoh semua usaha itu sia – sia, berat badan saya lagi – lagi tidak mau turun. Penyebab utamanya simpel, dan saya rasa anda juga pernah mengalaminya. Sehabis olehraga, malah makan tambah banyak.

Kalori yang keluar pada saat olahraga 400 kilo kalori, sementara habis olahragam karena capek, lapar,  biasanya makan seporsi nasi, kadang dobel jadi dua porsi :).

Hingga suatu saat saya mencoba strategi lain, treadmillnya ga usah lama – lama, dari 400 kalori, saya turunkan menjadi maksimal 100-200 kalori saja. Dan cukup efektif, setelah selesai oelahraga, nafsu makan tidak bertambah, sehingga  kalori yang sudah keluar, lemak yang sudah dibakar, tidak balik lagi.

Di atas adalah salah satu contoh kegiatan yang kontraproduktif, kita harapkan menurunkan berat badan, malah sudah capek, berat badan pun tidak turun.

Gaji Lebih Besar

Contoh, Ada seorang karyawan , bekerja di Surabaya dengan Gaji hanya RP. 3 juta, lantas ditawari pekerjaan yang serupa di jakarta dengan Gaji RP. 4 Juta. Gaji besar belum tentu akan produktif. bisa jadi sia – sia.

Misal biaya hidup di surabaya Hanya RP. 2 juta sebulan, sehingga si karyawan  bisa menyimpan RP. 1 juta sebulan, sementara kalau di jakarta, biaya hidup Rp. 3 juta sebulan sehingga si karyawan juga hanya bisa menyimpan Rp. 1 Juta sebulan.

Sehingga Perpindahan kantor dari surabaya ke jakarta merupakan hal yang sia – sia (kalau hanya dilihat dari gaji dan biaya hidup saja).

Minimart 24 Jam

Ada persepsi bahwa kalau jam kerja lebih panjang, maka hasilnya juga akan lebih besar. Kadang bisa benar, kadang bisa salah. Contoh minimart 24 jam.

BIasanya sebuah minimarket hanya buka dari jam 7 pagi, dantutup jam 11 malam atau hanya buka 16 jam saja. Namun akhir – akhir ini saya perhatikan ada beberapa minimarket yang menawarkan jam buka hingga 24 jam.

Buat saya , memnuka minimarket 24 jam adalah sesuatu yang sangat beresiko tidak efektif. Gaji pegawai garus bertambah dari 2 shift menjadi 3 shift. Biaya listrik, terutama AC dan Lampu, harus bertambah juga dari 16 jam menjadi 24 jam. Belum lagi resiko kerampokan tengah malam.  Apalagi jam malam adalah jam yang sangat sepi.

Kadang saya membeli beberapa barang di Minimarket 24 jam, dan hanya saya sendiri pengunjungnya pada jam 2 subuh.

Sehingga sebelum pemilik usaha mengubah jam kerja dari 16 jam menjadi 24 jam, dia harus melakukan riset baik – baik. Berapa biaya yang harus bertambah jika mengubah kegiatan usaha dari 16 jam ke 24 jam. Dan kira – kira berapa penghasilan yang bisa bertambah. Apabila ternyata pertambahan pendapatan melebihi biaya, silahkan saja.

 

Hari Sabtu – Minggu Libur

Waktu kuliah, saya pernah bertanya kepada salah satu teman yang kuliah manajemen. Kenapa kok Hari sabtu libur. Katanya, ada riset, kalau sabtu – minggu libur, maka cenderung karyawan akan memiliki semangat kerja  lebih tinggi pada minggu depannya sehingga pekerjaan akan menjadi efektif.

Ada beberapa orang saya lihat , buka toko dari pagi jam 8 hingga malam jam 12. Sabtu minggu toko juga buka. memang ada pertambahan omzet karena jam buka lebih panjang. Namun tidak lama kemudian, orang tersebut jatuh sakit dan memakan biaya yang tidak sedikit. Akibatnya uang yang dihasilkan habis juga buat beli obat.

Salah satu cara agar hasil pekerjaan tidak habis adalah bekerja dengan bijak dan seimbang.

Jualan Es Krim di Musim Dingin

Tidak salah menjual es krim di musim dingin, kalau marketing anda bagus, anda bahkan bisa menjual es kepada suku eskimo (suku yang tinggal di kutub utara).

Namun akan jauh lebih mudah menjual es krim di Jakarta pada saat lagi panas – panasnya, bakalan laku keras.

Seorang bijak berkata, “lihatlah  kepada semut yang mengumpukan makanan di musim panas”, Artinya segala sesuatu ada Timingnya. Kalau kita bekerja di timing yang tepat, maka akan jauh lebih efektif dari pada kalau bekerja di timing/waktu/musim yang salah.

Saya percaya, kalau anda jualan payung di musim hujan, akan lebih laku daripada jual payung di musim panas. Waktu yang tepat akan membuat usaha anda tidak sia – sia.

ADSENSE

Nah sedikit berhubungan dengan dunia Start Up. Suatu kali saya pernah mencoba memasang iklan Adsense di web bei5000.com . Tentu saja karena ada iklan yang dipasang, maka ada pendapatan baru dari iklan.

Namun setelah dipikir – pikir lagi, karena kami juga memiliki produk sendiri, maka pemasangan iklan Adsense akan menjadi bumerang bagi produk kami. Maksudnya adalah Space Iklan adsense, sebenarnya bisa dipasang iklan produk kami sendiri sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

Sehingga setelah dipikir – pikir kembali, akhirnya kami mengurangi space adsense di web kami dan lebih fokus kepada pemasaran produk sendiri yang hasilnya jauh lebih besar.

Produktivitas

Seringkali produktivitas memiliki hubungan seperti kurva yang naik lalu turun, Makin banyak waktu kita kerja, maka hasilnya akan makin besar, hingga di suatu titik, makin besar waktu kita bekerja, maka ujung – ujungnya hasilnya makin sedikit. Entah karena biaya lebih besar atau ada hal – hal lain, misal sakit penyakit karena kerja terlalu banyak.

Lebih jelas saya gambarkan dalam bagan berikut,

waktukerja

 

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: