Salah satu parasit yang hidup dalam tubuh manusia adalah Cacing. ada cacing pita (Taenia solium), cacing tambang (Ancylostoma duodenale) , cacing kremi  (Enterobius vermicularis) dan saudara – saudaranya. Membayangkan memiliki cacing dalam tubuh kita akan terasa sangat menijikan,a palagi memilikinya, hii serem ya.

Bahkan kalau sudah ada anggota tubuh yang terasa gatal, biasanya kita beli obat cacing untuk membunuh cacing yang numpang hidup di tubuh kita. Danmemang harus hati – hati, karena kalau cacingnya udah kebanyakan, kadang bisa keluar dari anus trus merayap ke kaki, hiiiiiii… 😀

Cacing Menambah Daya Tahan Tubuh

Namun penelitian terbaru membuktikan bahwa, respon tubuh terhadap kehadiran cacing, sama seperti respon tubuh terhadap alergi. cacing oleh tubuh dianggap sebagai alergi. Dalam beberapa kasus di negara maju yang tingkat kebersihan / tigkat higienitas tinggi, dimana cacing parasit sangat sulit ditemukan, Ada terjadi penurunan daya tahan tubuh.

Setelah diselidiki, ternyata cacing yang dianggap sebagai parasit tersebut, turut membantu tubuh untuk melatih daya tahan. Zat yang tubuh keluarkan ketika ada cacing, sama seperti zat yang tubuh keluarkan untuk melawan alergi. Sehingga ketika ada alergi, tubuh lebih siap dan daya tahan tubuh pun menjadi lebih tinggi.

Mungkin analoginya seperti tubuh memakai cacing untuk latihan militer, sehingga ketika ada serangan beneran, tubuh lebih siap. Tentaranya udah ber otot dan senjatanya di tangan. Sementara kalau ga ada latihan, anggatan bersenjatanya loyo dan tak berdaya. Kena musuh kecil aja hancur berantakan.

Pada tahun 1976, peneliti J. A Turton mengi infeksikan dirinya sendiri dengan cacing, dan dilaporkan bahwa alergi yang dideritanya menghilang setelah dia menginfeksikan dirinya dengan cacing.

Sumber : https://autoimmunetherapies.com/candidate_diseases_for_helminthic_therapy_or_worm_therapy/allergies_helminthic_therapy.html

Parasit Hidup

Dalam hidup ini,  ada saja hal – hal yang sepertinya menjadi parasit. Kebiasaan – kebiasaan jelek yang sulit hilang , kegagalan – kegagalan di masa lalu yang menghantui , bahkan ingatan – ingatan traumatis juga kebencian yang ada di dalam hati.

Terus terang, walau saya berusaha untuk optimis, namun perasaan takut gagal itu selalu ada. Ketika ingin lebih maju lagi, seperti ada yang menarik ke belakang. Ingin lebih maju lagi, tetapi ingat pernah gagal, jadinya agak terpengaruh dan kadang bikin patah semangat. 

Namun, mungkin itu adalah cara Tuhan untuk membantu kita mengingat bahwa kita tidak bisa hidup sendiri.

“Justru dalam kelemahanmu, kuasaKu menjadi nyata”

Kita diajar untuk terus mengandalkan Tuhan.

Tentu tidak menjadi alasan bahwa kita boleh membiarkan kelemahan yang ada dalam diri kita, namun kalau kelemahan itu ada, maka tentu ada maksud Tuhan untuk terus memproses diri kita.

Seperti halnya cacing yang membantu tubuh untuk memiliki daya tahan yang lebih, masalah masalah yang ada serta “duri dalam daging” itu, akan membantu roh kita untuk bisa bertahan ketika ada masalah yang lebih besar .

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: