Branding

Merek adalah sesuatu yang luar biasa, sebagai contoh beli kopi di starbuck dengan di kedai kopi lain, rasa kopi nya (kopi hitam) sama, namun starbuck bisa jual lebih mahal, dan lebih laku pula, Salah satunya adalah pengaruh merek

Lokasi

Pemilihan lokasi sangat berpengaruh terhadap daya beli, dan sekaligus juga berpengaruh terhadap harga yang bisa anda pasang. Kalau anda jual di pasar, tentu harus bersaing harga karena daya beli rendah serta banyak pedagang lain yang serupa. Namun kalau anda jual di dekat perumahan mewah, tentu ibu – ibu rela bayar lebih mahal dagangan anda agar tidak perlu repot – repot ke pasar.

Kalau anda jual nasi kuning di pinggi jalan, maksimal sebungkur Rp. 15.000, tapi di mall, orang mau beli sekalipun harga jualnya d atas RP. 25.000

Pelayanan

Tawarkan layanan lebih kepada pelanggan , sehingga pelanggan rela mengeluarkan ongkos lebih untuk mendapatkan pelayanan lebih yang anda berikan. Misal Delivery service, Free Perbaikan dan lain – lain

Kemasan

Seperti halnya membaca berita, orang lebih banyak hanya membaca judulnya dulu, kalau judulnya menarik baru isinya dibaca. Kemasan pun demikian. Produk yang sama, bisa dijual dengan harga yang lebih mahal apabila kemasan lebih menarik.

Tipsnya adalah, keunikan kemasan, serta pemilihan warna. Warna merah untuk produk makanan biasanya lebih menarik, sementara warna biru untuk produk – produk keuangan lebih memberikan rasa kepercayaan.

Viral

Suatu produk jika ada teman yang rekomendasikan, pelanggan cenderung membeli walaupun harga lebih mahal. Inilah Marketing Viral / mulut ke mulut.

Kuncinya adalah bagaimana anda membuat produk yang anda jual banyak dibicarakan (dalam artian positif) oleh konsumen .

Tips : Manfaatkan kekuatan Foto / Selfie

Komunitas

Sedikt mirip dengan Viral, manfaatkan kekuatan komunitas. Dalam komunitas ini anda bisa meng-edukasi konsumen sehingga konsumen menjadi lebih loyal

Diskon

Pelanggan sangat menyukasi diskon, lebih menarik menjual Barang dengan harga RP. 12.000 namun diskon 50% daripada Barang Seharga RP. 5.000 Walaupun yang diskon ternyata lebih mahal.

Ini saya amati berlaku terutama untuk barang – barang yang tergolong barang mewah, karena konsumen memerlukan alasan lebih atau trigger untuk mendorong mereka melakukan pembelian. Misal Toko emas moderen selalu memberikan diskon 10% , begitu pula dengan peralatan makan skala premium.

Menciptakan Nilai

Pernah sekali saya belanja barang yang harganya menurut saya cukup mahal, yaitu sendal kesehatan seharga RP. 1,2 juta sepasang. Dan untuk lebih menarik, penjual memberikan FREE 1 pasang, Jadi buy 1 get 1 free. Sehingga konsumen bukan merasa diskon 50% namun merasa mendapatkan Barang senilai 1,2 juta walaupun ujung2nya sama saja.

NIlai bisa diciptakan, anda bisa membuat sebuah barang atau layanan dan memasang harga mahal, dan pakai itu sebagai nilai tambah yang diberikan kepada konsumen, sehingga konsumen merasa mendapatkan suatu nilai.

Tips : intinya adalah memasang harga tinggi untuk sebuah layanan yang anda berikan kepada konsumen secara gratis, sehingga konsumen merasa mendapatkan suatu nilai yang memiliki harga tinggi

Pasang Harga Tinggi

Mahal atau murah itu relatif, sebagai contoh, saya pernah makan di suatu resto, di deman daftar menu, ada menu utam adengan harga RP. 600.000 , mahal bener. Namun di bawahnya, banyak juga menu – menu lain dengan harga di bawah RP. 100.000.

Ini adalah trik pricing yang menurut saya cukup bagus, konsumen sudah melihat harga termahal dulu Rp. 600.000 sehingga merasa RP. 100.000 lebih murah

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: