Salah satu penyebab utama kegagalan dalam membangun bisnis maupun rumah tangga adalah berhenti ketika seharusnya bertahan. Tidak jarang karena kelelahan menghadapi permasalahan seorang pemimpin/pebisnis memutuskan untuk menutup usahanya saat sebenarnya mendekati kesuksesan.

Pemahaman yang salah tentang kesuksesan akan membuat seseorang menjadi lebih cepat lelah dan tidak tahan menghadapi tantangan.

Hidup , Sukses adalah Maraton

Marathon adalah sebuah perlombaan lari jarak jauh sekitar 42 Km. Bandingkan dengan Sprint atau lari cepat yang hanya 100,200 atau 400 meter saja. Jarah tembuh marathon ratusan kali dari jarak tempu Sprint. Oleh sebab itu strategi yang diterapkan dalam lari marathon berbeda dengan sprint.

Seorang pelari marathon diwajibkan memiliki stamina fisik dan mental yang kuat. Kalau lari sprint hanya memakan waktu sekitar 10 – 60 detik, maka lari marathon bisa memakan waktu berjam – jam. Rekor lari 100 meter adalah sekitar 10 detik sementara rekor lari marathon tercepat adalah sekitar 2 jam dan 3 menit (7380 Detik).

KAdang di awal membuka usaha, seorang pengusaha berpikir bahwa bisnis adalah Sprint, lari cepat. Sehingga semangatnya menggebu – gebu dan dengan suasana euforia dia mengembangkan usahanya. ini tidak salah, namun bahanya adalah ketika di tengah perjalanan ketemu masalah, pengusaha yang berpandangan bahwa perjalanan ini adalah lari cepat, akan kelelahan karena sebenarnya perjalanan masih jauh.

Tidak jarang ada yang berkata “udah kerja, mana hasilnya ?”

Menginginkan hasil dalam jangka pendek tidaklah salah, namun perlu diingat bahwa bedanya pengusaha dan karyawan adalah hasil yang didapat oleh pengusaha seringkali seperti pohon, jangka panjang baru menghasilkan. Sementara karyawan kerja dan setelah satu bulan dia dapat gaji. Hasilnya udah ada di depan mata.

Sebaliknya seorang pengusaha bermental pelari marathon akan mengatur strategi dan menikmati prosesnya karena dia tau bahwa kesuksesan adalah sebuah proses lari jarak jauh. Sehingga ketika hasil yang didapat tidak fantastis, atau mungkin hasil pekerjaam belum terlihat, dia tetap bertahan. dan tentu bijak dalam mengatur strategi.

Pengusaha yang berpikir bahwa sukses adalah lari cepat, ketika dihadapi dengan situasi usaha yang stagnan akan menjadi menyerah , karena dalam pikirnnya sukses itu harus diraih dengan CEPAT. Kalau tidak cepat maka itu TIDAK SUKSES. Sehingga tidak enjoy.

Sementara seorang pengusaha bermental maraton, dalam pikirannya sudah siap kalau hasil yang didapat tidak instan, sehingga ketika ada situasi yang mungkin tidak menyenangkan, dia akan tetap bertahan dan menikmati prosesnya. Pada saat orang lain menyerah dia bertahan.

Seorang pengusaha bermental maraton, akan mengatur strategi keuangannya karena rencananya adalah rencana jangka panjang, dia akan mengatur keuangannya sehingga uang yang didapat benar – benar digunakan untuk hal – hal yang produktif saja dan bukan untuk kesenangan jangka pendek. Sementara pengusaha bermental lari cepat, akan cenderung konsumtif karena ingin LANGSUNG merasakan hasil yang didapat.

Seorang pengusaha bermental maraton, tau kapan harus berlari cepat, yaitu ketika dia yakin bahwa garis finis sudah dekat sehingga harus menambah kecepatan lari. Kalau sebelumnya dia menghemat tenaga, kini saatnya dia berlari cepat sekuat tenaga.

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: