“Kerjakan yang anda cintai”

Menurut saya tidak ada pekerjaan yang tidak sulit, semua pekerjaan pasti ada kesulitannya. Saya pernah menekuni banyak bisnis, dan tidak ada stupun yang tidak memiliki kesulitan, semuanya ada saja hal – hal yang menghambat.

Pernah sekali buka printing, awalnya bagus, pelanggan banyak ada saja printer yang rusak sehingga kami kerepotan dalam memperbaiki printer.

Pernah Buka rumah makan, awalnya pikir semua orang butuh makan sehingga jualan makanan pasti laku, namun kokinya resign, pelanggan kurang. Ya masalah tentu ada hehehe.

Pernah mau coba usaha agribisnis, eughh.. ternyata masalahnya banyak banget, mulai dari hama, hingga waktu yang menghalangi,

Akhirnya suatu saat saya menemukan pekerjaan yang menjadi passion saya yaitu di pasar modal. Tantangan memang pasti ada namun karena dikerjakan dengan CINTA / Passion maka tantangan itu bisa terlewati.

Pentingnya Passion

Dalam segala usaha tantangan pasti ada, disinilah pentingnya passion tanpa passion, ketika ketemu tantangan, kita cenderung untuk putus asa. Namun jika ternyata kita sedang mengerjakan hal yang menjadi passion kita, maka kita akan cenderung untuk bertahan dan mencari jalan keluar bukannya kabur dari persoalan tersebut dan memutuskan untuk berhenti dari kegiatan yang kita sukai.

Passion VS Suka

Ada perbedaan yang TIPIS banget, setipis Silet , antara Passion dan Sekedar suka. Dan kadang – kadang orang – orang dan saya sendiri juga menjadi bias atau terkecoh membedakan apa yang menjadi passion / hasrat dengan hanya sekedar suka.

Sebagai contoh saya suka fotografi, sudah habis duit banyak lebih dari RP. 20 juta buat beli kamera dan berbagai asesorisnya.  Namun saat ini kamernya jarang dipakai. Waktu beli memang senang, wah bisa foto – foto nih. Namun lama – lama mulai bosan dan akhirnya kamera tersebut dikandangkan dan jatuh ke tangan isteri saya 😀 (yang akhirnya BERGUNA juga)

Membedakan passion dan sekedar suka memang butuh waktu dan kadang juga butuh dana. Kalau ada sesuatu yang anda suka tidak ada salahnya sih dicoba, sapa tau itu passion anda. Karena kalau tidak dicoba kan tidak tau.

Ujiannya adalah waktu dan tantangan. Apakah dengan seiringnya waktu anda menjadi bosan ? Apakah ketika ada tantangan  anda berhenti ?

Contoh lain, saya suka bercocok tanam. Akhirnya halaman rumah saya aubah menjadi kebun, beli bibit sayuran (sawi, letuce) dan buah – buahan (pepaya) hingga ubi – ubian dan cabe.

Awalnya senang semua tumbuh. Namun suatu ketika yang namanya negara dengan iklim tropis, hama pasti banyak. Habis gitu beli pestisida. Hilang hamaya, trus.. muncul lagi , disemprot hilang, ga disemprot muncul. Ketika hama muncul terus terusan, saya menjadi menyerah dan ya Sudahlah. Berhenti deh kegiatan bercocok tanamnya.

Sementara ada orang lain dengan tekun bisa menghadapi hama penyakit pada tanaman yang dia tanam. Bagi orang tersebut, bercocok tanam pastilah sebuah passion. sementara bagi saya hanya sekedar suka dan Hobi.

Disinilah Passion akan Di-uji, dengan Waktu dan Tekanan. Seperti halnya emas murni yang di uji di perapian 😀

Mengubah Passion Menjadi Uang

Kerjaan yang paling menyenangkan tentu adalah pekerjaan yang sesuai dengan minat kita. Ada beberapa orang bahkan keluar dari pekerjaan yang sedang dijalani demi mengejar passion. Tentu ini tidak salah, namun memerlukan pertimbangan yang matang.

Pertimbangan utamanya adalah waktu. Mengerjakan passion memang bisa menghasilkan uang, namun tentu butuh waktu, rata – rata perlu 1 – 2 tahun baru mulai menghasilkan. Pertimbangkan apakah dalam waktu – waktu tersebut anda memiliki sumber penghasilan lain ?

Menurut saya bagi anak muda yang belum berkeluarga, bisa mengambil resiko lebih besar dengan cara keluar dari pekerjaan utama dan mengejar passion. namun bagi yang sudah berkeluarga hal ini agak beresiko. Mungkin jalan tengahnya adalah jalankan passion sebagai usaha sampingan.

Misal anda memiliki passion di bidang fotografi, kerjakan passion tersebut di hari sabtu – minggu. Jika anda suka menulis atau menggambar, sediakan waktu satu jam sehari untuk menyalurkan passion anda.

Suatu saat, ketika hasil dari passion anda sudah mulai berkembang melebihi pendapatan utama anda, maka anda bisa memutuskan melangkah lebih jauh.

Selain itu mengerjakan passion juga akan memberikan semangat lebih untuk mengerjakan rutinitas tugas harian.

Lakukan Dengan Tekun

Pengalaman saya, walaupun saat ini pekerjaan yang saya jalani di pasar modal adalah sesuatu yang menjadi passion saya dan sudah menghasilkan menghidup keluarga saya, namun terkadang yang namanya MALAS itu bisa muncul.

Bedanya passion dengan suka adalah, kalau passion kita akan mengerjakan walau ada tantangan. Nah kadang kalau tantangan ada, kita passion, kita akan dobrak tantangan tersebut sehingga menjadi jalan keluar. Di sisi lain ,ketika tantangan tidak ada, kita merasa sudah cukup ahli, maka disini muncul kemalasan. Tetap Passion sih, namun jadi agak malas aja karena merasa sudah bisa, sudah tau semuanya.

Ketekunan adalah sesuatu yang harus terus dilatih. Terkadang walaupun kita benar – benar suka akan pekerjaan tersebut, namun godaan kemalasan bisa datang dan hal ini perlu di atasi dengan bijak.

Salah satu masalah yang saya hadapi ketika mengejar passion adalah masalah PENGAWASAN.

Menurut saya , enaknya kerja di suatu perusahaan adalah ada yang mengawasi dan ada yang memberikan tugas. Tiap hari masuk kantor, sudah ada tugas di meja, tinggal dikerjakan saja.

Beda halnya dengan mengerjakan passion entah penuh waktu atau paruh waktu. Tidak ada orang yang mengawasi sehingga kadang disiplin menjadi kendor. Tidak ada yang mengatur harus masuk kantor jam 8 pagi, sehingga kadang bangun jam 9 pagi, padahal sudah ada pelanggan yang hubungi jam 8 pagi.

Harusnya tidur jam 10 malam, namun karena tidak ada yang mengawasi akhirnya tidur jam 2 pagi, alhasil besoknya uring – uringan karena kurang tidur.

Mengejar passion berarti anda harus menjadi BOS terhadap diri anda sendiri. Dan terus terang mengendalikan diri adalah hal tersulit untuk dilakukan . Pepatah orang bijak mengatakan “orang yang bisa mengendalikan dirinya, melebihi pahlawan yang mengalahkan kota”

Passion , Impian bukanlah apapun jika tidak dikerjakan. Oleh sebab itu latihlah diri anda untuk bisa mengerjakan passion dengan tekun.

Passion Menjadi Rutinitas

Saya juga pernah mengalami suatu ketika, passion sudah menjadi rutinitas. Dan terkadang itu membuat bosan. Tentu saja karena passion, apalagi sudah menghasilkan,  maka saya tidak cepat bosan. Namun masalahnya yang namanya bosan tentu ada.

Misal anda suka masak nasi goreng, akhirnya anda buka rumah makan nasi goreng, rame, tiap hari banyak pengunjung. USaha anda berkembang dan anda bisa hidup dari passion anda yaitu memasak nasi goreng.

memasak nasi goreng, tidaklah sama dengan memasak nasi goreng yang sama selama 5 tahun

Namun memasak nasi goreng, tidaklah sama dengan memasak nasi goreng yang sama selama 5 tahun , tentu ada jenuhnya. Pertama kali masak nasi goreng dan laku terasa menyenangkan, namun setelah 5 tahun, walaupun laku, akan ada Jenuhnya juga.

Ini pasti ada, dan saran saya… TETAPLAH BERTAHAN 😀 😀 😀 Dan temukan cara mengatasi kebosanan yang muncul.

Terus Belajar

Keep Hungry, Keep Folish

Kata Steve Job “Keep Hungry, Keep Folish

Ketika anda merasa malas karena sudah merasa tau, ingatlah untk terus belajar sebab itulah cara untuk menjaga agar passion itu terus bertumbuh dan tidak sampai mati.

Terkadang ketika saya meras mentok dalam menjalankan passion saya, disana saya tau bahwa saya harus belajar lagi, mulai beli buku – buku atau kalau buka kembali lembari buku, cari buku yang belum dibaca habisdan mulai membaca.

Dan hanya dalam 1-2 hari membaca buku, passion itu kembali muncul karena dari buku – buku tersebut, ternyata banyak hal baru yang saya dapatkan.

Berhubungan dengan poin rutinitas, salah satu cara untuk mengatasi ancaman kebosanan adalah dengan terus belajar. Dengan belajar anda akan menjalani passion anda dengan lebih tekun lagi.

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: