Kemarin ini saya dan keluarga dikunjungi oleh salah seorang saudara dari pihak mama , yang tergolong dekat dengan keluarga kamil. Namaya biasa kami sebut “Om Man”

Om man ini pada waktu saya kecil, sering berkunjung ke rumah dan sering menceritakan berbagai cerita tentahng abunawas yang kalau dipikir – pikir saat ini semuanya tidak masuk akal :D. Namun waktu masih berumur di bawah 10 tahun, semua terasa masuk akal dan lucu.

Menariknya adalah, saat ini saya tidak mengingat semua pemberian hadiah berupa barang maupun uang, namun yang masih saya ingat adalah kedekatan dengan Om Man dan juga cerita – cerita yang di bawakan, walaupuin cerita – cerita tersebut tidak masuk akal.

Saya masih ingat jelas , kalau om man sudah agak lama tidak ke rumah, saya akan menelepon om man untuk ke rumah dan membawakan cerita. Om man tidak pernah memberi uang ataupun barang kepada saya, karena waktu itu memang ekonomi keluarga saya di atas om man. namun dia terus membawakan cerita – cerita yang menarik untuk anak kecil.

Terakhir kali ketemu om man adalah sekitar tahun 2000 saat itu di Ambon terjadi kerusuhan besar dari tahun 1999, dan pada tahun 2000 saya dan keluarga pindah ke bali. Dan baru di tahun 2015 ini setelah 15 tahun tidak ketemu, akhirnya bertemu lagi, dan seperti baru kemarin tidak ketemu.

Hal  ini menyadarkan kepada saya bahwa jika kita ingin dekat dengan seorang anak, bukan kado , hadiah , uang maupun barang yang penting , tetap kedekatan dan interaksi dengan anak tersebutlah yang membuat kita diingat. Prioritas tiap – tiap orang memang berbeda, namun jika anak adalah prioritas anda, maka waktu bersama dengan anak pun harus di intensifkan.

Anak akan senang pada saat mendapatkan berbagai hadiah berupa barang, yang bagus.  Namun 10 tahun kemudian mungkin akan dilupakan. Tetapi bentuk perhatian , kasih sayang dan interaksi, akan terus diingat sepanjang masa. Saya sudah banyak lupa mainan yang papa saya belikan, namun yang paling saya ingat adalah ketika main satu game nintendo (semacam Play Station jaman dulu) dan saya lagi mentok di level tertentu, saya telepon papa di kantor,. dan papa kasi cara untuk menyelesaikan level tersebut.

Jadi menurut saya, sedih rasanya jika ada orang tua yang bekerja terlalu keras demi membeli mainan yang mahal, namun melpakan waktu bermain bersama anak.

Dan mengingat om man di atas, saya menjadi tertegur bahwa . boleh bekerja keras , bahkan harus bekerja dengan keras, namun jangan sampai melupakan waktu bersama dengan anak. Kalau memang ada uang lebih, bolehlah membelikan mainan yang mahal – mahal ataupun sekolah di tempat yang mahal.

Namun kalau memang dalam posisi harus memilih karena materi uang terbatas, maka pilihlah waktu bersama dengan anak. Penelitian secara ilmiah juga membuktikan bahwa anak yang dekat dengan kedua orang tua akan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi serta berprestasi. Sekolah yang mahal serta mainan interaktif  memang akan membantu anak lebih pintar, namun peran orang tua tidak dapat dihilangkan.

 

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: