Jawab Seperlunya

Ada cerita lucu, saat isteri saya menanyakan produk yang dijual oleh online shop. Sebelumnya sudah hari kedua isteri saya menanyakan produk tersebut, Dan pada hari kedua ditanyakan, online shopnya lantas marah – marah .

“Sis, kamu yang kemarin nanya kan”

“Haloooww” ,

5 Menit kemudian

“Jadi pesan ngga ”

10 Menit kemudian

“Serius ga sih”

15 menit kemudian

“Kalau ga serius ga usah nanya – nanya”

1 jam kemudian

“Bikin habis waktu aja”

Padahal saat itu isteri benar – benar ingin pesan barang, hanya saja lagi sibuk sehingga tidak bisa dengan cepat menanggapi. Akhirnya tidak jadi beli.

Seorang seller/penjual harusnya lebih sabar menanggapi pelanggan dan menjawab seperlunya yang ditanyai, Misal ditanyai harga, ya jawab saja harganya berapa. Kalaupun akhirnya pelanggan tidak merespon atau lama merespon, biarkan saja.

Dalam menjual produk, saya juga sering dihadapkan dengan berbagai macam pelanggan. Puji Tuhan kalau ketemu pelanggan yang langsung deal, dan transfer. Pernah juga ada pelanggan yang bolak balik nanya tetapi selalu tidak jadi beli. Inipun saya jawab dengan baik.

Ada juga yang nanya berkali – kali baru akhirnya jadi beli produk setelah mungkin 5x nanya. Ada juga yang sudah janji mau transfer tetapi tidak jadi transfer. Barang tidak jadi dibeli, ya tidak apa – apa. Ada juga yang sudah nanya harga dan mau transfer, ternyata setelah 1 bulan baru transfer, karena ternyata lagi ke luar negeri.

Yang jelas kalau ada pelanggan sudah bertanya, sebagai penjual kita anggap dia ingin membeli, apakah nanti jadi atau tidak, bukan urusan kita. Urusan kita dan bagian kita adalah menjawab pertanyaan dan melayani dengan baik.

Bukankah sering juga kita ke supermarket, muter – muter 1 jam, tetapi hanya beli Shampo :D. Jangan diambil pusing ketika ada pelanggan yang sepertinya PHP (pemberi harapan palsu). Hubungan itu berharga, sapa tau pelanggan yang tidak jadi beli itu akhirnya merekomendasikan produk kita ke temannya (sering saya alami)

Berani Menolak

Tidak semua yang pelanggan minta dapat kita penuhi. Misal ada pelanggan pesan barang jam 8 malam dan minta langsung dikirim. Atau pesan barang saat hari libur dan harus segera nyampe. tidak harus kita pehuhi, berikan penjelasan apa yang mampu anda kerjakan.

Misal

“Maaf bu, barangnya baru bisa dikirim setelah tanggal 4 january”

atau dalam Invoice tertulis

“Mengingat hari libur, barang baru bisa dikirim setelah tanggal 4 January”

Sehingga misal anda sedang berlibur, tidak mengganggu waktu liburan anda. Daripada ingin mengejar keinginan pelanggan, namun akhirnya mengorbankan hal lain, atau akhirnya janji yang anda buat tidak dapat anda tepati, hal itu akan lebih buruk bagi reputasi anda.

Transfer Baru Barang Dikirim

Pernah saya alami kirim barang sebelum uang di transfer, dan sudah 8 tahun berlalu, uangnya belum juga di transfer hehe. tetapi dari sana saya belajar, bahwa barang akan dikirim setelah uang di transfer.

Mayoritas pelanggan saya pun juga melakukan proses transfer dana sebelum barang dikirim. Hanya beberapa pelanggan yang akhirnya batal membeli karena menyangka bahwa saya ingin nipu.

Jangan Ragu Minta DP

Untuk beberapa barang yang memerlukan dana untuk anda buat misal Kue, jangan ragu untuk meminta DP  / Uang muka sebagai tanda keseriusan pelanggan. Nanti setelah barangnya selesai dibikin, pelanggan bisa membayar pelunasannya. Hal ini untuk menghindari pelanggan membatalkan order yang akhirnya membuat perusahaan merugi.

Memiliki Aturan Yang Jelas

Miliki aturan yang jelas menganai tata cara pembelian produk di perusahaan atau toko anda. Dengan demikian pelanggan akan memiliki kepastian dan bayangan bagaimana berbelanja di toko anda.

Misal jam Buka toko dari Jam 6.30 pagi hingga jam 10 malam. Jadi kalau ada pelanggan yang mau beli barang jam 12 malam, ya engga bisa dilayani dan pelanggan yang serius akan kembali pada jam yang telah ditetapkan.

Juga seperti yang saya jelaskan di atas, Misal Harus ada DP sebelum pesanan dikerjakan, Pembayaran sebelum pengiriman barang , Aturan pemberian diskon dan lain – lain.

Jangan Terbawa Emosi

Kadang ada pelanggan yang memancing emosi. Pernah sekali ada pelanggan bertanya satu produk ke saya, akhirnya untuk lebih jelas saya ingin meminta nomer teleponnya dan menjelaskan produk tersebut. Niat saya kan baik.

Tetapi calon pembeli tersebut malah marah – marah , ngamuk – ngamuk dan menuduh saya ingin “MENGHIPNOTIS”. Ini kan lucu , hehehe. Tapi akhirnya karena saya tidak ingin memperpanjang masalah, saya cuman bilang “Terima Kasih bu”

Terpancing emosi dengan kelakukan pelanggan hanya akan menghabiskan waktu kita. ya anggap saja pelanggan tersebut sedang mengalami hari yang buruk dan ingin mengeluarkannya dalam bentuk omelan. Dan kebetulan kitalah yang jadi tempat omelan. Santai saja sih.

Sementara saya lihat di media sosial, ada juga beberapa online shop, ketika dibikin emosi oleh pelangganya, malah mem blow up (membesarkan) masalah dan posting di Online shop tersebut daftar orang yang bikin dia kesal. Itu hanya membuat orang lain jadi takut belanja di online ship tersebut.

Aftersales Service

Jangan kabur setelah menjual barang hehe. Pernah sekali saya memesan desain web pasa seorang programmer. Awalnya baik, namun setelah  proyek selesai dikerjakan, pembayaran dilakukan, tiba – tiba orangnya memghilang entah kemana. Mau nanya – nanya tentang web yang dia buat juga susah.

Yang paling bikin saya jengkel ketika membeli suatu produk atau layanan adalah layanan setelah penjualan seringkali menjadi jelek. Sebaliknya saya sebagai penjual pernah mengalami, setelah produk selesai dijual dan dibayar, saya tetap melayani pertanyaan – pertanyaan pelanggan, dan dalam beberapa kasus, pelanggan melakukan pembalian lagi untuk produk yang dia belum beli.

“Menendang” Pelanggan

Pada akhirnya jika ada pelanggan yang terus menerus bikin kecewa, harus “ditendang” juga. Ditendang bukan dalam arti sesungguhnya ya . Maksudnya adalah pemilik usaha harus bisa memilih mana pelanggan yang akan memberikan manfaat untuk perusahaan dan planggan mana saja yang menyusahkan.

Jika ada pelanggan yang berkali – kali nanya tetapi terus – terusan tidak jadi beli, anda boleh ambil keputusan untuk merespon pertanyaan pelanggan. tapi ingat jangan dimarahin ya. Cukup tidak direspon .

Pelanggan Tidak Selalu Benar

Jika  ada pelanggan yang komplain, jangan buru  – buru menyalahkan karyawan anda, dengarkan dengan baik duduk permasalahannya sebelum mengambil keputusan, karena pelanggan tidak selalu benar. Terkadang pelanggan salah mengerti dengan apa yang ditawarkan. Jangan sampai mengorbankan karyawan baik di perusahaan anda demi  mempertahankan  pelanggan.

Namun , walau pelanggan tidak selalu benar atau salah. Namun pelanggan Berhak untuk salah dengan harga diri. Maksudnya adalah kalaupun ternyata pelanggan yang salah, jangan sampai membuat pelanggan sakit hati.

Menjelaskan Produk Secara Terperinci

Dalam suatu diskusi dengan beberapa teman, salah satu alasan kenapa terkadang mereka Anti dengan Asuransi, bukan karena asuransi itu sendiri tetap penjelasan dari agen yang terkadang tidak lengkap.

Misal agen asuransi teman ada yang lupa menjelaskan bahwa minimal dana dalam unit link harus sejumlah tertentu misal RP. 2 juta agar asuransi nya tetap jalan. Saat teman saya butuh uang , dia tidak bisa tarik RP. 5 juta tersebut jika mau asuransinya tetap jalan.

Jangan sampai ingin mengejar target penjualan yang tinggi, lantas anda tidak menjelaskan secara terperinci tentang produk yang anda tawarkan. Selalu jujur apa adanya dengan pelanggan, karena satu pelanggan yang kecewa bisa menyebarkan kepada 10 temannya.

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: