Bom dan reaktor nuklir, sama – sama memiliki inti yang sama yaitu Uranium / Plutonium yang diperkaya. Prinsipnya adalah dengan menembakan peluru ke dalam inti atom dan dihasilkan reaksi pemecahan inti atom beserta energy. Energy inilah yang nantinya bisa berupa Bom Atom yang  menghancurkan Hirosima dan Nagasaki serta menghentikan perang dunia kedua. Atau bisa juga menjadi reaktor nuklir yang menyalakan lampu untuk jutaan orang di seluruh dunia.

Membuat Bom, baik itu bahannya nuklir maupun bukan nuklir, jauh lebih mudah daripada membuat reaktor untuk membangkitkan energy listrik. Sebuah bom nuklir, fungsinya hanya untuk meledak ,menghancurkan diri sendiri serta benda yang ada di sekitar nya.

Sementara energy yang sama , untuk bisa digunakan sebagai sumber listrik, harus diatur sedemikian rupa agar tidak membahayakan. Dua kasus reaktor nuklir yang akhirnya ditutup karena meledak adalah di Chernobyl dan di jepang yang akhirnya meledak karena ada kesalahan dalam pengaturan maupun keamanan.

Untuk membuat bom nuklir, inti reaktor hanya perlu dipicu, dan meledak, selesai. Sementara untuk membuat nuklir menjadi sumber listrik, diperlukan pengaturan yang sangat kompleks , bagaimana agar reaksinya berantai dan bertahap, bagaimana cara untuk meningkatkan dan menurunkan daya reaksi , hingga bagaimana membuang limbah berracun dan penanganan apabila terjadi kerusakan. Lebih rumit kan.

Biaya pembuatan satu bom nuklir hanya sekitar $50 Juta sementara untuk membuat reaktor nuklir pembangkit listrik , bisa membutuhkan dana hingga 10 Milliard US Dollar atau 200x nya.

Oke kita ga usah omong terlalu jauh sampai ke nuklir. Bensin aja, kalau untuk menghancurkan sebuah rumah, cukup tuangkan bensin ke rumah lantas dibakar, selesai. Namun untuk membuat bensin itu dapat menyalakan lampu, harus ada sistem pengaturan agar dihasilkan daya listri sesuai kebutuhan. Untuk membuat bom yang menghancurkan sangat mudah, tetapi untuk membuat sesuatu yang lebih berguna , sangat sulit.

Inti dan bahan yang sama bisa menjadi dua hal yang berbeda jauh, bisa menghancurkan pulau atau bisa untuk menyalakan lampu. Bisa menjadi gelap maupun terang.

Hal yang sama juga terjadi dalam hidup pribadi, emosi dan energy adalah dua hal yang bisa kita arahkan untuk membangun atau menghancurkan. Kalau ada orang yang menyakiti kita, memang lebih mudah membalas dengan cara menyakiti orang itu lagi, sama seperti inti nuklir yang dipicu dan meledak menjadi bom.

Namun ingatlah, bahwa anda memiliki pilihan untuk menyalurkan amarah tersebut  menjadi sesuatu yang berguna. Pakai setiap masalah, cacian, makian, hinaan sebagai bahan bakar reaktor untuk membangun prestasi.

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: