Kemarin ini saya dan keluarga baru menginap di Hotel Holliday In Express, Thamrin, Jakarta. Terus terang pengalaman meningap di hotel ini cukup menyenangkan walau terus terang Holliday Inn Express adalah hotel Budget.

Dan karena hotel budget, maka saya lihat Pelayanan yang di tawarkan kepada konsumen pun tidak semewah pelayanan di Hotel berbintang. Walau begitu, saya sangat menikmati layanan yang ditawarkan.

Fasilitas

Saat kami tiba di hotel, tidak ada concierge / bell boy yang menyambut dan mengangkat koper. Namun ini tidak masalah, karena hotel menyediakan Trolly barang agar Tamu hotel dapat mengangkat barangnya sendiri dengan mudah. Apalagi di trolly nya ada tulisan “Smart is get your own Wheel”, alias “Pintar adalah mengambil trolly sendiri”

Saya rasa ini adalah ide yang sangat bagus. Saya lebih jengkel ketika menginap hotel berbintang yang menyediakan jasa concierge / bell boy, tetapi harus menunggu lama untk dilayani. Saya lebih memilih mengangkat barang sendiri (dengan disediakan trolly) daripada harus menunggu dilayani oleh concierge.

Disini tamu akan diuntungkan karena bisa melayani diri sendiri dengan lebih cepat, dan biaya tanaga kerja yang harus ditanggung oleh hotel juga akan berkurang, sehingga terjadi solusi yang saling menguntungkan.

Namun akan menjadi masalah apabila hotel tidak menyediakan Concierge tetapi juga tidak ada trolly yang membantu mengangkat barang. Kita juga bisa melihat hal yang sama pada supermarket swalayan dimana konsumen makin mandiri apabila disediakan fasilitas yang mendukung konsumen untuk mandiri.

Contoh lain, Ketika saya memesan Alat cukur, hotel menyediakan,namun harus mengambil sendiri ke resepsionis. Menurust saya ini lebih baik, daripada ketika saya menginap di hotel berbintang namun harus menunggu 15 menit untuk diantarkan pisau cukur.

Tidak ada Room Service

Baru kali ini saya ke hotel yang tidak menyediakan Room Service (memesan makanan di kamar). Mungkin karena hotel budget sehingga untuk menghemat pengeluaran maka tidak disediakan layanan room service.

Yang menarik adalah, walau tidak ada room service dari hotel, namun hotel menyediakan berbagai brosur rumah makan dari McD, Pizza HUT, dan banyak sekali restoran – restoran di kisaran hotel, yang menyediakan jasa delivery.  Tamu tinggal menelepon resto tersebut, makanan diantar ke resepsionis, dan tamu bisa mengambil makanan di resepsionis. Ide yang brilian menurut saya. Apalagi harga makanan di luar hotel jauh lebih murah daripada rata – rata makanan apabila dipesan di hotel.

Dalam membuat sesuatu dengan budget yang ketat, terkadang pemilik usaha harus bisa memilih dengan baik. Misal pemilik usaha harus memilih, antara mengurangi kualitas layanan atau Menghilangkan layanan tersebut.

Mengurangi Kualitas VS Menghilangkan Layanan

Sebagai contoh layanan Concierge, daripada setengah – setengah (staff concierge dipangkas) lebih baik dihilangkan, dan dorong konsumen melayani diri sendiri. Daripada memangkas staff room service, lebih baik ditiadakan, namun memberi informasi kepada konsumen bagaimana dia bisa mengambil sendiri barang yang dibutuhkan

Saya lihat era saat ini konsumen lebih memilih mandiri. Daripada harus menunggu dilayani seperti di toko kelontong tradisional, konsumen sudah memilih ke supermarket, ambil keranjang belanjaan sendiri dan membayar ke kasir

Pebisnis harus dengan bijak bisa memilih layanan yang harus dihilangkan, daripada tetap mengadakan suatu layanan tetapi dengan setengah hati. Ketika layanan dihilangkan, konsumen akan berpikri dia harus melayani diri sendiri, tetapi ketika layanan yang diberikan tidak layak, konsumen akam merasa sangat jengkel.

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: