Barusan saya nonton acara National Geography di Indovision , kebetulan NatGeo adalah salah satu channel kesayangan anak saya. Biasanya kalau malam susah tidur, disetell natgeo jadui agak lebih mudah tidur. Kali ini acara natgeo membahas tentang NUTRIA /Coypu

Nutria
Nutria

Bagi anda yang belum  tau, dan saya juga baru tau, di atas adalah foto dari Nutria , nama lainnya adalah Coypu. Sedikit cerita , nutria adalah sejenis tikus yang ber ukuran besar (berat bisa mencapai 5,4Kg,  dan panjang mencapai 70 cm) dimana kulitnya dapat dipergunakan untuk berbagai produk kerajinan kulit, misal topi, pakaian dan jaket kulit. Sehingga nutria sendiri akhirnya mempunyai nilai dan dapat diperdagangkan. Berbeda dengan tikus biasa yang dicari untuk dibasmi, Nutria malah sempat diternakan untuk diambil kulitnya.

Karena permintaan akan kulit nutria bergitu tinggi , maka pada tahun  1950an – 1980an peternakan nutria sangat berkembang di Amerika, khususnya di Louisiana dan harga nutria pun menjadi semakin tinggi. Kulit nutria di export ke eropa (jerman import 1 juta nutria per tahun di 1960an) dan daging nutria bisa dimakan, bahkan di dibuat daging adap nutria (bayangkan).

Dalam jumlah yang terkontrol, Nutria dapat  berfungsi sebagai agen biologis untuk mengontrol  perkembangan tumbuhan rawa – rawa. Namun karena pola reproduksi nutria yang begitu pesat, maka nutria yang awalnya sebagai pengontrol pertumbuhan tumbuhan rawa – rawa, menjadi menghancurkan tumbuhan yang tumbuh di rawa – rawa (nutria memakan tumbuhan rawa).

Ketika permintaan akan nutria begitu pasat dari tahun 1950-1980, harga nutria pun naik di pasaran dari $1-$2 pada tahun 50-60 ,menjadi $8 pada tahun 80an. Dengan terus naiknya harga nutria, maka makin banyak orang yang tertarik ingin mendapatkan keuntungan dari harga nutria yang tinggi. Bayangkan Nutria wanita bisa bereporoduksi di usia 165 hari. Dan setahun bisa dua kali bereproduksi. Sehingga saat itu peternakan nutria adalah salah stau cara  melipatgandakan uang dengan mudah. Sedikit data, pad tahun 1945 hanya ada 8500 nutria, tahun 1950 berkembang jadi 40 ribu dan tahun 1961 berkembang jadi 1 juta Nutria di Louisiana.

Kemudian tiba – tiba pada tahun 80an karena menurunnya aktifita perdagangan, maka harga nutria pun turun dari rata – rata $8 menjadi $3 hanya dalam waktu 2 tahun saja. alhasil petani yang mengembang biakan nutria di tahun 80 menderita kerugian yang besar. Peternakan nutria yang sudah dibangun ditinggalkan.

Nutria Price - Production
Nutria Price – Production

Alhasil tidak ada yang mengendalikan perkembangan Nutria . Dan hasilnya mudah ditebak, karena nutria memakan tumbuhan rawa, maka dengan tidak terkendalinya populasi nutria, tumbuhan rawa perlahan – lahan mulai rusak. Bukan Saat ini tercatat 90 km persegi rawa hilang per tahun karena dimakan oleh nutria. Bukan hanya tumbuhan rawa, namun juga beras dan tebu juga dimakan oleh nutria, ini tentu menimbulkan gagal panen. Bahkan untuk menganggulangi gangguan Nutria, maka pemerintah Lousiana menyediakan $5 per ekor nutria yang ditangkap. Jutaan US dollar disediakan bagi warga yang menangkap Nutria (Tangkap 1 ekor dapat Duit RP. 55.000).

Lucu bukan….

Inilah bubble “pasar modal” versi tikus. Keserakahan manusia dapat membuat apapun menjadi Bubble , Emas, Saham, property Tikus, bahkan Bunga tulip pun pernah dibuat bubble. Lebih hebatnya di Indonesia Jangkrik, Ikan Lohan dan Anturium / gelombang cinta bisa jadi bubble. Dan 2 bulan terakhir bawang merah sempat naik hingga 90 ribu per kilo (sempat saya diet bawang merah) .

Apa akibatnya ?

Saat harga Nutria semakintinggi, peternakan nutria pun berkembang, saat harga turu, peternakan nutria ditinggalkan dan akibatnya menimbulkan gangguan ekosistem. Hal ini sama dengan  perkembangan harga property yang begitu pesat, yang akhirnya menggusur lahan pertanian dan merusak lingkungan. Harga batubara dan CPO yang naik tinggi membuat banyak pertambangan batubara dan perkebunan Kelapa sawit merebak di Indonesia tanpa mempedulikan lingkungan. Hasilnya bisa ditebak, karena banyak yang masuk di satu industri yang sama, ketika panen terjadilah oversupplly dan harga pun anjlok. Yup. persis seperti tikus.

Oleh sebab itu saya paling anti investasi di saham komoditas apalagi Tikus 😀 . Karena tidak memiliki “differensiasi” yang khusus, ketika terjadi oversuplly meka perusahaan tidak dapat menanggulangi efek dari penurunan harga komoditasnya. Dan polanya sama, berikut sedikit kutipan dari buku saham analisa teknikal

Siklus Komoditas
Siklus Komoditas

Pola ini akan terus berulang selama manusia masih serakah, keserakahan mengalahkan akal sehat. Kejadian seperti ini sudah berulang – ulang kali terjadi namun masih terus dan akan terus terjadi lagi selama manusia masih serakah. Lingkungan yang akan pertama kali menjadi korban.

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: