Daud dan saul adalah dua orang raja israel yang berbuat dosa, mereka berdua berbuat dosa seperti halnya semua manusia biasa lainnya, temasuk kita – kita ini. Namun dalam pembacaan alkitab, saya menemukan ada perbedaan yang sangat mencolok antara daud dan saul. Dalam tulisn kali ini, saya akan bhas tentang saul

SAUL

Bukan salahku

 

1  samuel 13 :6-11

Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit–sebab rakyat memang terdesak–maka larilah rakyat bersembunyi  di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi; malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad   dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar. Ia menunggu tujuh   hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan   korban bakaran. Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel   datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam   kepadanya. Tetapi kata Samuel: “Apa yang telah kauperbuat?” Jawab Saul: “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, 

MEmbakar korban bakaran adalah tugas nabi, saat itu, saul adalah seorang raja, berarti saul tidak boleh membakar korban bakaran. Samuel sudah menyuruh saul untuk menunggu agar samuel datang dan membakar korban bagi Tuhan. Namun karena tidak sabar, maka saul mengambil inisiatif untuk membakar korban bakarn (yang mana adalah tugasnya samuel)

Ketika saul ditegur, maka bukannya menyadari kesalahannya, saul malah melemparkan kesalahan kepada Rakyar dan Samuel : “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas“.

Maksudku kan baik..

Kisah kedua dalam 1 Samuel 15, instruksinya jelas dalam 1 Samuel 15:3: “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala j  yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu 2 , lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

Namun saul tidak melakukan dengan baik Firman Tuhan, bukannya membunuh seluruh orang amalek dan segara hewannya, Saul malah melakulan seperti di ayat 9 :”Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan p  Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya 3  itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka

Bukannya membasmi semua, mereka hanya membasmu hewan – hewan yang tidak berharga. Yang hewan berharga disimpan, alasannya adalah di ayat 20-21

Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan y  suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal

Jadi saul berkilah, ada maksud baik dia tidak melaksanakan firman Tuhan dengan sungguh – sungguh. Maksudku kan baik tidak ke gereja, mau bantu teman pindah – pindah rumah, masudku kan baik ga ke gereja, ada kerjaan besar, nanti kan juga bayar perpuluhan ke gereja. maksudku kan baik, tidak beri perpuluhan, ini lagi butuh modal, nanti kalau perusahaan berkembang, perpuluhanya kan juga lebih gede. Maksudku kan baik ini dan itu. Ini sih saya yang alami, bukan anda hehehe..

Oke gue salah, tapi tolong dong, jaga muka gue

Ayat 1 Samuel 15:30

Tetapi kata Saul: “Aku telah berdosa;   tetapi tunjukkanlah juga hormatmu   kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu.”

Penekanan disini adalah tunjukanlah juga homatmu di hadapan tua – tua bangsaku. Setelah sadar akan dosanya, bukannya berkabung , Saul malah tetap ingin mempertahankan gengsinya di hadapan tua tua bangsa israel.

Allahmu

Waktu saya menulis tulisan ini, saya baru sadar bahwa ketika saul berbicara dalam ayat – aya yang say asebutkan di atas, kata – kata yang saul gunakan adalah Allahmu, dan bukan Allahku. Sehingga jelas bagi saul bahwa Tuhan adalah Allah nya samuel dan bukan Allahnya saul, kalau Tuhan adalah Allahnya saul , maka dia akan memnggunakan kata Allahku.

Dari sini saya mengambl kesimpulan bahwa pengenalah Saul akan Tuhan adalah sebatas pengenalan Allah dari apa kata orang. Saul belum mengenal Tuhan secara pribadi. Sehingga dia terus menggunakan kata Allahmu.

Ayub 42:5 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, n  tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” Memang kadang dibutuhkan proses sepertu ayub sehingga dalam sutu posisi Ayub akhirnya mengenal Tuhan secara pribadi. Sayangnya Saul tidak melalui proses ini atau tidak mau melalui proses ini, sehingga saul hanya mengenal Allahnya samuel saja tetapi tidak tidak menemukan pribadinya sendiri.

 

 

 

 

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: