Setelah saya nulis tentang JUalan nasi putih, saya kepikiran tentang salah satu teknik penjualan sekaligus memaksimalkan kualitas makanan yang dijual. Kalau sebelumnya saya menulis tentang jual nasi buat tetangga RP. 5000-6000 per porsi,kali ini saya akan membahas tentang bagaimana memaksimalkan penjualan anda dengan menjual nasi RP. 2000 per porsi.

Seperti yang pernah saya jelaskan bahwa bisnis makanan adalah bisnis yang sangat menguntungkan, tetapi bisa jadi merugi jika makanan tidak habis atau perputaran kurang kencang.

Dan jika sampai makanan favorit orang indonesia yaitu NASI tidak habis dan dibesokin, maka akan berakibat penurunan pada kualitas makanan. Sehingga nasi antara HARUS HABIS, atau harus dibuang, karena tidak sedikit sayaamati resto yang mungkin SAYANG membuang nasi, sehingga kadang makanan lauknya enak, tetapi nasinya jelek.

*Konteks disini adalah anda membuka resto di foodcourt yang ramai, dan tujuan tulisan ini adalah untuk meningkatkan penjualan

Meningkatkan perputaran dengan menjual murah nasi

Saya perhatikan walau nasi adalah komponen yang dimasak paling mudah dengan modal paling murah, tetapi harganya tergolong tinggi, nah, disinilah pengusaha bisa mencari celah.

menurut saya, salah satu trik markering adalah, dengan menjual nasi dengan harga murah, di  tempat yang “kompetitor” anda menjual dengan harga normal. Let say kompetitor jual RP. 6000, anda jual hanya RP. 2000 saja. Tujuannya ada 2, pertama untung karena biaya cuman RP. 1000 dan kedua untuk menarik makin banyak pelanggan ke tempat anda. yang nantinya Dihapkan , orang yang tertarik membeli nasi dengan harga murah, akan juga tertarik untuk membeli menu lain yang ditawarkan.

Juga dengab makin banyak nasi yang laku, maka peputaran uang akan makin cepat serta perputaan nasi juga makin cepat sehingga pelangggan anda akan mendapatkan nasi terbaik FRESH from the rice cooker

Teknik Referal

Ketika banyak pelanggan sudah datang ke tempat anda untuk beli nasi, maka JANGAN langsung menawarkan produk lain, tetapi gunkan teknik yang lebih persuasif, karena tidak ada orang yang suka “di iklanin”. Harus lebih halus.

Andai kata saya buka resto di foodcourt lagi, maka saya akan sewa 2 orang yang akan mondar mandir di dekat tempat saya dan akan ngobrol sambil nunjuk menu dan mengatakan  “disini enak lho bebeknya, kmaren aku coba enak banget” . Hanya ngobrol tanpa mengajak membeli.

Teknik ini pernah saya coba pada saat lagi kumpul – kumpul , maka di resto ketika lagi bareng – bareng memilih menu , langsung saya katakan , “disini ayam dabu – dabu nya enak lho” dan langsung aja 60% yang kumpul – kumpul beli ayam dabu – dabu. Saya ga mengajak beli ayam dabu – dabu, saya hanya mengatakan itu enak. Sisanya 40% memilih menu yang lokasinya berada di dekat ayam dabu2 dalma buku menu.

Seberapa banyak dari anda yang membeli sesuatu produk hanya karena teman anda mengatakan itu bagus ? hehehehe.

Kesimpulan

  1. Buat banayk orang ke tempat anda dengan menjual produk yang murah (tetapi tidak rugi)
  2. Pasarkan produk anda dengan cara yang lebih halus ketika ada calon pelanggan berada di dekat toko anda
Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: