kalau dipikir – pikir lagi, jika anda tinggal di daerah padat penduduk, atau mungkin anda ngantor, maka jualan nasih putih sepertinya menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.

Mungkin and apikir, jualan nasih putih doang ? Masa bisa untung ?

terus terang, kalau saya kilas balik, walau isteris aya suka masak dan hampir tiap hari memasak, tetapi dalam seminggu hampir pasti ada 1x beli nasi putih di resto/warung, sebab kadang lupa masak nasi putih atau pas lagi lapar, perut tidak kuat menahan untuk menunggu nasi matang, akhirnya beli nasi putih.

Dan sebungkus di daerah saya saat ini RP. 5000-Rp. 6000 yang kalau saya hitung, mungk modalnya hanya RP. 1000 alias untuk RP. 4000-5000 per bungkus.

Rendah Resiko

Jualan makanan itu memang marginnya sangat besar, bisa hingga 70% bahkan 80% dari harga jual, tetapi jeleknya adalah kalau tidak habis, margin akan t ergerus dengan makanan yang ga laku. Apalagi makanan kalau di besokin , kalau engga basi, pasti kualitasnya turun.

Nah kalau nasi putih, misal ga laku , bisa dimakan sendiri, apalagi kalau baru buka usaha, anda masak nasi modal hanya 15 ribu, tetapi bisa jadi 10 porsi nasi. @ Rp. 5.000 -6.000.

Anggap perlu 2 bulan untuk usaha anda bisa dikenal masyarakat sekitar, maka total per hari kerugian RP. 15.000 x 60 hari = Hanya RP. 900.000 , Dan sya apercaya dalam waktu 3 minggu , masyarakat sudah mulai melihat dan membeli.

Saran saya sih , kalau sudah lebih dari 6 jam, nasinya diganti aja, jaga kualitas, sebab nasi putih yang baru dimasak , dimakan pakai tempe aja, atau telor doang, udah Ueenak.. Sementara kalau nasinya sudah rada jelek, pakai daging juga , kurang sempurna

Aneka Produk Nasi

Ini berawal dari masalah yang saya sendiri hadapi, kadang kalau beli nasi putih di suatu warung / resto, tidak sesuai dengan keinginan. Mungkin nasinya baru saja matanng, tetapi beras yang digunakan tidak sesuai. Bukan berartyi beras jelek, tetapi memang masing – masing beras memiliki karakteristik tersendiri yang masing – maisng orang bisa beda – beda seleranya.

Sebagai contoh pandan wangi cenderung pulen, saya biasanya pakai beras ini. tetapi jika digunakan u ntuk membuat nasi goreng, tidak cocok karena nasi goreng membutuhkan nasi yang lebih keras.

Juga kalau makan sayuran berkuah memakai beas pandan wangi, jadinya terlalu benyek. Jadi mungkin kalau anda mau jualan nasi, mungkin anda bisa memberikan opsi 2 janis beras, apakah itu pandan wangi yang pulen atau rojolele yang agak kering.

Mulai dari tetangga

Mulailah dari tetangga anda, sebarkan brosur kalau anda jualan nasi, dan bisa delivery di nomer tertentu, dan karena anda jualan nasi, anda harus nye-tok beras, biar perputarannya cepat, anda juga bisa sekalian jualan beras hehehehe 😀

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: