Hukum ekonomi yang sudah kita pelajari sejak smp , mengajarkan kalau harga akan bergantung pada permintaan dan penawaran, makin banyak permintaan makan harga pun akan makin tinggi. Sebaliknya makin banyak penawaran maka wajarnya harga akan makin rendah.

Sebagai contoh di Indonesia harga 1 botol 600 Air minum dalam kemasanml adalah RP. 2500-3000, sementara waktu saya ke Timur tengah, harganya $1 per 600 mL. Ini wajar karena disana supply air tidak sekencang indonesia yang adalah negara maritim (dimana – mana ada air). Ini adalah contoh bagaiman harga bisa naik karena supply yang rendah.

Sementara saya juga pernah baca cerita,kira – kira begini, Pesawat concorder (pesawait supersocin) yang mampu terbang dari london ke Ney york hanya dalam beberapa jam saja , akhirnya ditutup penerbangannya karena ssejak peristiwa bom 9/11 di amerika, membuat permintaan akan pesawat concorde menurun.

Namun uniknya 2 bulan sebelum penutupan , pemrintaan akan tiket pesawat concorde mingkat drastis. Harga tidakdiskon, jadwal tidak berubah, tetapi karena ada pengumuman bahwa pesawat ini akan dihentikan layanannya, orang lantas berbondong – bondong untuk ikut terbang bersama concorde.

Saya perhatikan hal yang sama terjadi pada anak kecil, mungkin sebagai preview anda bsa nonton video yang sata attach di atas.

Saya perhatikan , anak say abisanya mengabaikan banyak mainan yang dia miliki. Tetapi ketika ada temannya datang atau sepupunya datang, semua meinan itu yang biasanya di abaikan, menjadi bahan rebutan. Dan saya perhatikan, semua  anak memang seperti itu. Ketika tidak ada “saingan”maka sesuatu cenderung di abaikan. dengankata lain, ketika tidak ada demand, atau tidak ada urgensi untuk “membeli’ sesuatu maka sesuatu itu sulit laku.

Nah contoh riil yang saat ini terjadi adalah kasus dimana ada isu bahwa harga rokok akan niak hingga RP. 50.000 per bungkus. Isu ini lantas lalu dibantah , katanya belum pasti. Namun prediksi saya, laporan keuangan HMSP dan GGRM pada Q3 2016 akan sangkat kinclong alias bagus, sebab menurup prediksi saya, masyarakta yang percaya kan isu ini , akan lantas memborong rokok , karena kalau tidak beli hari ini, bulan depan naik 2,5x lipat seperti isu di atas.

Isu di atas telah memberikan urgensi pada masyarakt untuk memborong rokok. Hal yang sam ajuga terjadi setiap kali pemeirntah mengunumkan akan menaiakn harga BBM , semalam sebelumnya SPBU langsung penuh.

Ini adalah fenomena wajar di marketing, ketika ada URGENSI, maka ornag akan berbondong – bodong beli produk anda, dan tentu saja, kalau anda belajar marketing dengan  baik, maka urgensi dan demand tersebur, sebenarnya sesuatu yang bisa diciptakan 😀

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: