Marketing dalam Rumah Tangga

Suatu ketika, saya ketemu dengan seorang client di jakarta. Di cental park, dan entah kenapa, beliau mengucapkan “Pria meginginkan wanitanya tetap sama sebelum dan setelah menikah, sementara wanita ingin agar pasangannya berubah setelah manikah ,  dan ini menjadi suatu persoalan”.

Apa hubungannya dengan bisnis ?

Tidak seperti iklan

Dari sisi marketing, say amemikikan satu poin penting. Ada kalanya, ketika kita beli barang, ternyata barang tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Baru saja saya lihat iklan burger , dan saya tampaknya segar dan enak, warnanya coklat terang , mengkilap, membuat perut lapar ketika hanya melihatnya. Tetapi setelah beli ternyata disajikan, burger yang tipis dan warnanya pun tidak terlalu menarik. Walau benernya enak juga.

Hal yang sama dengan seorang pria yang sedang berpacaran kemudian menikah. Si pria bisa saja merasa ditipu, sebab ketika pacaran, wanitanya selalu dandan, berpakaian rapi bahkan pakai sepatu high heels. Tetapi setelah menikah, dia sadar, dia telah termakan “marketing” nya si wanita.

Harapan pria adalah wanitanya tidak berubah, tetap sama, tetap manis, langsing dan mepesona setiap saat. Tetapi ini tidak lah realistis.

Tidak sesuai janji

Wanita lain lagi, sebalum menikah, si pria banyak memberikan janji – janji manis, yang sebenarnya si wanita tau bahwa itu hanya janji manis, tetapi tidak sedikit yang karena “dibutakan cinta” mempercaya setiap perkataan yang di ucapkan oelh si pria.

Ada yang bilang “dulu kataya janji mau berhenti merokok setelah menikah”, ternyata tidak ditepai, Harapan wanita adalah si pria akan semakin baik dari waktu ke waktu, tetapi tidaklah mudah untuk mengubah kebiasaa yang telah dijalani selama +-20 tahun.

Harapan wanita adalah si pria akan selalu lebih baik, tapi ternyata “produk yang dibelinya” tidak sesuai harapan.

Pelanggan kecewa

Alhasil, lagi – lagi pelanggan kecewa dan timbullah yang namanya “permasalahan rumah tangga|, alias CONSUMEN FEEDBACK. Pertengkaran lantas terjadi karena “konsumen” akhirnya terus komplain mengenai produk yang dibelinya, dan kebetulan “barang yang dibeli tidak dapat dikembalikan, NO REFUND  hahahaha.

Kompensasi

Walau begitu, perusahaan lantas sadar bahwa dia mesti terus memuaskan konsumennya dengan berbagai cara , sehingga si konsumen tidak memutuskan hubungan dengan perusahaan atau mencari “perusahaan lain”. Sehiingga perusahaaan harus memberikan kompensasi atas ketidakpuasan konsumen.

Disinilah dimulainya “toleransi” antara konsumen dan perusahaan.

Konsumen wanita yang merasa”ditipu” oleh marketing, lantas menerima kompensasi, misal dalam bentuk penambahan uang belanja.

Konsumen pria yang merasa ditipu , lantas menerima kompensasi dalam bentuk, rumah yang lebih rapi misalnya atau anak – anak yang lebih ter-urus.

Reward Poin

Karena perusahaan sudah merasa bahwa pelanggan sangat setia, maka sesekali untuk meningkatkan hubungan baik antara perusahaan dan pelanggan, maka perusahaan lantas membeirkan  REWARD kepada pelanggan.

Di ulang tahun pelanggan wanita , perusahaan memberikan liontin berlian kepad apelanggan wanita dan di ulang pelanggan pria, perusahaan lantas memberikan “hadiah spesial” you know, apa aja 😀

Dengan demikian maka ada sisi suprise dan membuat hubunagn antara perusahaan dan pelanggan semakin intim

Pernikahan adalah Marketing

Pernikahan adalah salah satu contoh marketing yang paling simpel, dan saya rasa salah satu alasan kenapa ada keluarga yang berantakan adalah karena marketingnya hanya berjalan sampai di tahap pacaran dan menikah, setelah itu pasangan lupa bahwa mereka adalah seperti sebuah perusahaan yang harus terus menerus, bukan hanya menghasilkan produk yang baik tetapi juga harus memperhatikan aspek marketing dalam menyajikan produk, seperti kemasan, hadiah, diskon, dan berbagai kompensasi lainnya agar pelanggan tidak kabur 😀

Masalahnya, berbeda dengan perusahaan beneran yang punya banyak pelanggan, perniikahan hanya memiliki 1 pelanggan saja. Yaitu pasangan anda.

 

 

 

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: