Hemat itu kadang  mahal

Saya ini orangnya suka martabak, terutama aartabak manis. Kalau di ambon ,tempat kelahiran saya atau di surabaya, martabak manis, disebut terang bulan. Dan kalau di bandung tempat saya tinggal saat ini namanya martabak manis.

Suatu ketika ada martabak yang cukup enak di dekat rumah saya. Biasanya martabak ada beberapa ukuran kecil sedang dan besar. Sebelumnya saya pernah beli dengan ukuran kecil dan ukuran sedang, rasanya enak, dan kali berikutnya saya ingin coba yang ukuran besar agar dibagkan ke keluarga.

Rata – rata orang bikin martabak, maksimal 10-15 menit, bahkan kadang kurang dan hampir ga pernah lebih dari 15 menit. kecuali sangat ramai, ini saya bisa mengeti.

Tapi pada saat saya beli martabak ukuran gede  di toko martabak tersebut, waktunya hampir 40 menit. terus terang saya ngomel – ngomel, sebab estimasi saya, paling lama mungkin 15 menit dan maksimal 20 menit. tetapi sudah 30 menit berlalu martabak belum juga jadi dan akhirnya setelah hampir 45  menit, barula martabak tersaji. Itupun tidak sempurna karen di di bagian tengahnya agak kurang matang. dan sebagai penggemar martabak papan atas 😀 saya terus terang kecewa berat. Dan sejak saat itu saya tidak mau kembali lagi kesana

Hemat

Setelah saya nanya – nanya, ternyata sumber masalahnya adalah si tukang martabak tidak mempersiapkan loyang martabak yang besar , karena memang jarang terpakai, alhasil saya yang kebetulan beli, harus menunggu dia ,untuk memanaskan loyang martabak tersebut. Menurut saya , ini adalah kesalahan fatal, sebab tidak semua orang sabar, dan kalaupun sabar (saya tergolong sabar), tetapi tidak setiap waktu, orang memiliki waktu luang, sehingga sebagai tukang martabak, seharusnya dia menjaga agar semua peralatannya siap digunakan.

Tetapi mungkin karena ingin hemat gas, tukang martabak tersebut mengorbankan kecepatan/persiapan.

Tidak informatif

Sebenarnya maalah di atas tidak perlu terjadi apabila si tukang martabak meng-informasikan dulu “pak, kebetulan loyangnya belum panas, jadi mungkin kami perlu waktu 40 menit untuk membuat martabak” dengan demikian, saya bisa mngambil keputusan sesuai dengan kebutuhan saya, misal memesan martabak ukuran lain yang lebih cepat saji.

Menyediakan hanya produk yang laku

Tidak masalah juga kalau pengen hemat, si tukang martabak sebenarnya bisa menyedikan hanya ukuran kecil dan sedang yang lebih banyak laku, dan menghilangkan menu yang tidak terlalu laku. Karena HARGA kalau sampai kehgilangan pelanggan atau pelanggan kecewa, lebih mahal harganya daripada penghematan gas ang mungkin tidak seberapa. Apalagi martabak adalah tergolong industri yang memiliki margin besar.

Persiapan itu penting

Jaman sekarang orang makin tidak sabaran, sehingga preparation alias persiapan sangat penting. anda tidak hatrus siap 24 jam non stop, anda bisa membuat Rule, bahwa buka dari jam 10 pagi hiingga 4 sore misalnya, tetapi waktu2 tersebut anda haru sangat siap. siapa yang tidak senang dengan hasil kerja yang cepat 😀

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: