kemarin ada teman cerita. katanya dia ada 2 orang Asisten rumah tangga yang setiap harinya bekerja part time. Alias pagi datang, dan sore pulang. Suatu ketika, teman saya ini karena ada penyakit tertentu, harus pergi terapi setiap beberapa hari sekali. Sehingga kedua asisten rumah tangga di atas, disuruh untuk tidak masuk pada hari terapi.

Sehingga yang tadinya setiap hari kerja, menjadi hanya beberapa hari kerja selama seminggu, TANPA ada potongan gaji., Jadi gaji tetap utuh walau jumlah hari kerja berkurang.

Mestinya kita pikir, ini bagus ya, jam kerja berkurang,  bisa lebih santai, tetapi gaji tetap, tidak berkurang.

Setelah teman saya tersebut meng-komunikasikan hal tersebut kepada ART nya, tiba – tiba selama dua minggu , kedua ART nya tidak masuk kerja. Ditelepon dan sms pun tidak mau dijawab.

Suatu ketika teman saya itu menelepon kembali ART nya, dan jawaban yang sungguh tidak diduga, ART nya tidak mau bekerja kalau tidak setiap hari. Kaget..

Secara logika, mestinya kan jumlah jam kerja dikurangi buat lebih senang ya, apalagi gaji tidak dipotong. NAmun kenapa ini terjadi ?

Saya teringat, bahwa saya juga pernah alami hal yang mirip – mirip. Saya perhatikanm, setiap kali saya pulang liburan, misal saya berlibur keluar kota selama 3 hari, dan saya sudah memberitahukan kepada ART untuk libur selama 3 hari dan masuk kembali misal hari jumat. Tetapi bukannya malah jumat masuk, tetapi liburnya “ditambah” sendiri menjadi masuk hari senin.

Dan saya berpikir, ini mungkin masalah TUJUAN HIDUP.

Sejatinya, manusia selalu butuih yang namanya Tujuan hidup. Tanpa tujuan hidup, manusia akan ter ombang – ambing. Ketika ada tujuan, hatrus masuk kerja setiap hari, si ART tidak banyak berpikir macam – macam. Tetapi ketika dikasi waktu libur, walau gaji tidak dikurangi, mereka menjadi banyak berpikir karena mungkin terlalu banyak waktu luang.

Akibatnya dari yang biasanya rajin bekerja, menjadi malas bekerja.

Pelajaran manajemen yang bisa saya tarik adalah, jangan memberikan libur yang terlalu banyak kepada karyawan, bukan mengenai kita kejam dengan karyawan, tetapi salah satu tugas perusahaan menurut saya adalah memberikan struktur dan tujuan  hidup kepada semua karyawannya.

Tanpa itu manusia akan tercerai berai. Kalau kita amati, kenapa muncul sistem kerajaaan, suku, kesultanan  bahkan suatu negara. Karena manusia selalu butuh struktur dan tujuan. Manusia butuh untuk berkumpul dan butuh untuk diatur dalam suatu tatanan.

ketika suatu perusahaan tidak memberikan hal tersebut, maka karyawan akan resign, seperti dalam kasus teman saya di atas, gaji tidak dikurangi tetapi malah resign. Ada survey yang mengatakan bahwa gaji bukan satu – satunya faktor yang membuat karyawan resign. Dan dalam konteks tulisan ini, karyawan bisa resign karena perusahaan tidak memberikan “tujuan hidup” setiap harinya.

Menurut saya memang manusia itu diciptakan untuk bekerja, dan ketika waktu kerjanya dikurangidan malah santai -santai , sering say aalami malah menjadi kebingungan mau ngapain hari ini. Sehingga saya setuju dengan kata Sir richard branson, bahwa PENSIUN bukan lah sebuat tujuan akhir., karena sejatinya manusia itu diociptakan untuk berkarya.

Penting bagi suatu perusahaan untuk selalu membuat karyawannya terus berkarya. Makanya saya saat ini mengerti, kenapa teman – teman saya yang bekerja sebaga karyawan, selama bertahun -0 tahun terus mengeluh beratnya bekerja di suatu perusahaan dan udah gitu gaji kecil, tetapi tidak keluart dari perusahaan tersebut. Sebab MUNGKIN perusahaan itu tidak memberikan gaji y ang besar, tetapi memberikan TUJUAN HIDUP dan kesempatan buat ber KARYA walau gaji kecil dan sering dimarahi hehehehe.

Facebook Comments
News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: