2 Pengalaman makan paling menyebalkan adalah

1. Makan di foodcourt yang jualan baso, kebetulan kuah habis, dan waktu minta nambah kuah, karena dia emang kasi kuahnya dikit, di charge RP. 5.000 (buat kuah baso). dan saat ini tempatnya udah tutup.

2. Kemaren makan nasi gorreng, minta teh, pas bayar, ditagih 1 gelas teh tawar RP.2000 terus terang sy kaget bukan masalah harga, tappi kaget karena ga biasa, sebab di daerah sini, biasanya teh tawar gratis.. jadi mesti perhatikan kiri kanan kali ya klo nge-charge teh, sebab kalau tetangga teh gratis, kita berasa juga harus gratus tehnya 😀

hal yang saya pelajari adalah, pelanggan bisa merasa kesal ketika dia di-charge sesuatu yang menurut dia tidak perlu di charge/ditagih. Dalam contoh kasus di atas hal yang membuat pelanggan bisa kesal adalah ketika dia di tagihkan sesuatu yang biasanya dia tidak ditagih.

Contoh baso di atas, tidak biasanya penjual baso men-charge untuk kuah  baso. Sehingga ketika ditagihkan biaya untuk kuah baso, pelanggan akan merasa bahwa itu adalah hal yang tidak wajar dan sifatnya terlalu cari untung.

contoh kasus nasi goreng, rata – rata hampir semua warung kaki lima dan bahkan restoran di bandung, selalu memberikan air teh tawar secra gratis, bahkan ada yang menawarkan Free flow alias boleh nambah teh sepuasnya. Alhasil, Walaupun sebenarnya Rp. 2000 untuk teh tawar tidak mahal, tetapi akan menimbulkan kesan resto tersebut mahal. Ini hal sederhana yang bisa menjadi bahaya.

menurut saya, ada baiknya sebelum seorang penguasaha membuat daftar harga, pelru juga diperhatikan “harga tetangga”. jangan sampai gara – gara hal kecil, akan membuat restoran anda dijauhi pelanggan.

Masyarakat biasnaya memilki expektas, kalau biasanya orang makan tidak bayar teh atau tidak bayar tambahan untuk kuah baso, maka ketika dia ditagihkan kedua hal di atas, dia akan merasa keberatan.

Tidak harus mngikuti yang “Biasanya”

Tentu anda tidka harus mengikuti yang “biasanya”, misal anda ingin menagihkan untuk air atau teh pun tidak masalah.

Solusinya apabila anda ingin menagihkan teh, atau bahkan air adalah, janga menyediakan teh atau air, tetapi sediakan produk dalam kemasan, misal Teh botol atau Air mineral. Denganb demikian pelanggan akan merasa bahwa dia membeli suatu produk yang BIASANYA memang berbayar.

Hal ini juga berlaku pada bisnis lain selain kuliner, sebagai contoh , kalau biasanya hotel selelau menyediakan peralatan mandi , dan bahkan Televisi, beberapa hotel budget yang saya tau, tidak menyediakan alat – alat tersebut , tetapi memberikan pilihan kepada pelanggan untuk menambah peralatanb mandi, atau televisi dengan harga tertentu.

Ini akan menjadi win – win solustion, dimana pelanggan bisa mendapatakn opsi yang lebih murah jika tidak memmerlukan beberapa peralatan tertentu, dan di sisi lain hotel juga dapat lebih berhemat dengan hanya menyediakan peralatan tertentu kepada pelanggan yang membutuhkan.

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: