Namanya manusia tidak bisa 100% benar, dan tidaklah realistis untuk mengamngga setiap tidnakan karyawan maupun anda sendiri dalam organisasi selalu benar. Namanya salha psti ada aja, dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara anda untuk menganggapi kesalahan yang telah terjadi.

Kemarin ini saya nonton acara amerika ninja warior, dan salah stau pesertanya adalah seorang pekerje pabrik yang karena kelindas sama beban 2 ton, membuat kakinya sakit. Setelah dia ketimpa benda 2 ton, dokterlanas memberikan penobatan dan selam bertahun – tahun untuk pengibatan, dia harus meminum obat penahan sakit.

Hingga suatu ketika, bapak yang tertimpa alat pabrik 2 ton ini, memutuskan untuk menyuruh dokter meng-amputasi kakinya. Alhasil, beliau bisa lepas dari obat -obatan dan kemudian mulai berlatih lagi tae-kwon-do dan kemudian ikut acara america ninja warior.

Dan kemarin ini saya ada membuat suatu kesalahan dimana alamat pengirman barang salah, dan berang yang dikirim nilainyua cukup besar.  Ada 2 pilihan, saya membiarkan saja, nanti juga akan dikirim retur oleh pengiriman dan saya akan kirim lagi ke alamat yang benar, dengan resiko si peneriman akan lama sekali baru menerima barang (mengorbankan kenyamanan pelanggan)

ATAU

Saya menganggap itu adalah budget kesalahan, sehingga saya langsung kirmkan ulang barnag yang dipesan walau belum menerima barang retur-an. Dan saya memilih yang kedua.

Karena walau ”rugi” karena belum tentu si penerima mengirim retur (bisa saja alamat salah tetapi ada yeng nerima), tapi saya mengangga bahwa pelanggan itu lebih penting, dan juga saya selelu meng-alokasikan budget untuk kesalahan, sehingga kesalhana yang terjad, tidak membuat dampak yang lebih besar, alias me-lokalisir kerugian.

Ini perlu diperhatikanoleh pebisnis, jangan sampai gara – gara ada kesalahan kecil, yang sebenarny abisa di-lokalisir, anda malah kehilangan pelanggan yang adalah aset yang jauh lebih besar.

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: