Diet Itu, Tidak Mengurangi Makan

Salah satu pemahaman keliru tentang diet adalah dengan mengurangi kalori yang masuk, dan memang benar, misal kebutuhan kalori anda adalah 2000 dan anda hanya makan 1800 kalori, makan berat badan anda kan berkurang +-20 gram .  ini benar dan tidak salah. Semakin besar defisit kalori yang anda alami , maka berat badan juga akan makin turun.

Kurang makan = Metabolisme turun

sekitar 10-20% dari jumlah kalori yang dibakar adalah untuk mengolah makanan menjadi energy,sehingga kalau anda kurang makan, maka jumlah kaloiru yang dibutuhkan oleh tubuh pun akan berkurang, Sebagai contoh misal dengan makan normal anda membutuhkan 2000  kalori, kalau anda mengurangi makan, bisa – bisa kebutuhan kalori turun menjadi hanya 1900-1800.

Bukan hanya itu, tetapi tubuh anda akan menyesuaikan diri, misal dengan makan normal, anda akan merasa segar seharian, tetapi ketika ber-diet ketat, seirng kali kita merasa lemas (saya juga mengalaminya), hal ini adalah respon normal tubuh terhadap defisit kalori, sehingga ketika kita mengurangi makan, maka kebutuhan kalori pun akan turun. Apalagi kalau mengurangi makan secara drastis.

Berat badan turun tidak sama dengan membakar lemak

Masalah kedua dengan diet ketat adalah, berat badan mungkin turum tetapi bukan lemak yang dibakar tetapi bisa saja jumlah air dalam tubuh yang berkurang, atau lebih parah lagi, jarigan otot mulai dibakar untuk menjadi energy.

Sehingga , jika tujuan anda HANYA untuk mengurangi berat badan, maka diet ketat bisa menjadi salah satu solusi, tetapi jika anda memiliki tujuan yang lebih besar, seperti hidup yang lebih sehgat, maupun bentuk tubuh yang lebih propersional, diet mengurangi kalori bukanlah solusinya.

Tingkatkan kualitas makanan

Masalah utama dengab makanan orang Asia, juga Indonesia adalah, kita dari kecil sudah di ajarkan untuk makan karbohidrat (nasi) dalamjumlah yang sangat besar. Tidak salah makan karbohidrat, karena Tubuh memang butuh karbohidrat. Tetapi kelabihan karbohidrat tidaklah baik.

Saya terus terang pernah mencoba berbagai diet, dan salah satu diet yang paling berhasil (sampai saat ini berkurangd ari 106 kg ke 86 kg, dalam 3 tahun) adalah BUKAN dengan memgurangi kalori, tetapi mengubah jenis kalori yang masuk ke tubuh.

Setelah saya pelajari (dari mbah google :D), kelebihan karbohidrat, akan di – ubah oleh tubuh menjadi cadangan energy dalam bentuk jaringan lemak. Sehingga kalau kita kebanyakan makan nasi, maka nasi terebut akan di-ubah oleh tubuh menjadi lemak.

Diskon Kalori

Sementara kalau makan protein, jika kelebihan protein, maka kelebihan itu akan dibuang oleh tubuh. Dan kabar baiknya lagi, kalau anda makan protein 100 kalori, maka  tubuh butuh 20-30% nya untuk mengolah protein itu menjadi energy, sehingga bisa dianggap anda mendapatkan DISKON untuk setiap kalori yang dimasukan ke dalam tubuh.

Sementara karbohidrat hanya butuh 5-10% untuk diubah jadi neergy dan Lemak hanya 0-3% menjadi energy.

Lebih Lama kenyang

Momok utama diet adalah LAPAAAARRRR, kalau kurang mekan tentu merasa lapar hehehe. Ini adalah respon tubuh, apalagi kalau tidak terbiasa. Nah, kalau kita makan karbohidrat dlamajumlah yang besar , maka akan terjadi lonjakan insulin, sehingga karbohidrat akan langsung di ubah jadi energy, sehigga kita STOP merasa lapar, tetapi efek sampingnya adalah  seketika itu juga, insulin akan membantu mengubah karbohidrat yang berlbihan menjadi lemak.

Sebaliknya, kalau jumlah karbohidrat dikurangi dan protein diperbanyak, maka lonjakan insulin akan terjadi secara lebih perlahan, sehingga tibuh tidak mengubah karbo menjadi lemak. Sebaliknya malah lemak akan dipakai untuk membakar kalori menjadi energy.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah, diet dengan cara menguragi kalori masuk harus diwaspadai, jangan sampai bukan lemak yang dibakar tetapi jaringan otot yang dibakar.

kuncinya Bukan mengurangi jumlah kalori, tetapi meningkatkan kualitas kalori yang masuk.

 

Facebook Comments

News Reporter

Leave a Reply

%d bloggers like this: