Kisah berat badanku

Terlahir Dengan Asma

Saya adalah penderita asma, mama saya asma, papa saya asama, kakak saya asma dan adik saya juga asma, sekeluarga kami semua asma, dan karena asma adalah penyakit yang menurun secara genetik maka anak saya pun ikut kena asma juga.

Karena saya kena asma, maka orang tua saya sering melarang saya untuk melakukan kegiatan yang berat pada saat saya masihg kecil, karena kalau kalau terlalu berat kegiatan yang saya jalani, maka asma saya akan kambuh, minimal batuk – batuk seharian.

Alhasil waktu masih kecil, sehari – hari saya lebih banyak di rumah.

Asma adalah suatu jenis penyakit yang bisa tiba – tiba hilang pada umur tertentu dan kemudia tiba – tiba bisa muncul lagi. Dan sebenarnya asma saya mulai mereda pada saat saya SMP, namun karena saya sudah terbiasa di rumah aja, maka walau di SMP – SMA asma saya hilang tetapi saya sudah terlanjur malas untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Ya efek bagusnya, karena say alebih sering di rumah dan di rumah saya banyak belajar, banyak baca buku , jadi nilai di sekolah, cukup tiniggi, hehehe, selalu ada hikmahnya kan 😀

Kemudian saya melanjutkan kuliah ke surabaya dan menikah di bandung. Kalau sebelumnya saya lahir, besar di Ambon, kemudian pindah ke bali dan surabaya, rata – rata ber-hawa panas, asma saya sebenarnya tidak terlalu parah.

Tetapi kemudian saya pindah ke bandung yang bersuhu dingin, ditambah dengan keadaan bandung yang banyak makanan enak (lontong kari, kupat tahu, nasi goreng, cireng, pisang goreng dan lain – lain) , akhirnya berat badan saya naik dari 78 kg menjadi 107 kilogram alias naik 29 kilogarm dalam waktu hanya 2 tahun saja.

Setelah itu ditambah saya yang sudah malas olahraga, akhirnya asma saya kambuh.

Selama hampir 3 bulan saya terus – terusan asma, bolak balik dokter , sampai rontgen karena dikira TBC, ternyata balik lagi, sakit saya adalah Asma. saya lantas menemui dua orang dokter,m yang pertama mengatakan, salah satu penyebabnya kemungkinan alergi dingin (karena dingin memicu asma saya) , dan solusinya adalah mesti pindah kota ke tempat yang panas.

Sya kemudian ke dokter lain, dan kemetulan dokter tersebut juga pengidap asma, dia mengatakan hal yang sama, mesti pindah kota atau olahraga, karena setelah si dokter olahraga, Asmanya mereda, karena ketika olahraga sistem kekebalan tubuh meningkat dan menekan asma (bukan hilang karena asma tidak dapat disembuhkan) tetapi, menakan asma dan kalaupun kambuh, tidak parah – parah amat.

Mulai  Kardio 1 jam

Akhirnya saya mulai olahraga (karena  pindah kota adalah solusi yang lebih berat), dan awalnya mulai dengan kardio (jalan kaki, treadmill) selama 1 jam sehari, alhasil beneran asma saya ditekan, setiap kali saya merasa asma mau kambuh, saya kardio dengan intensitas rendah – menangah, dan asma pun batal kambuh.

Dengan dukungan dari isteri (yang juga suka olahraga), Berat badan saya saat itu mulai turun dari 107 kg menjadi 95-97 kg (naik turun) , tanpa terlalu banyak mengubah pola makan. Dari sana saya merasa telah mencapai tujuan utama saya yaitu hidup yang lebih sehat.

Sejak saat itu asma saya makin jarang kambuh bahkan kadang 2 bulan tanpa asma, dan kalaupun kambuh, hanya dalam beberapa jam sembuh dengan obat anti alergi (sebelumnya walau berhari – hari dikasi anti alergi, lama sembuh)

Latihan beban dan HIIT

Latihan kardio memang membuat berat badan saya turun dan tubuh say amenjadi lebih tahan terhadap asma (karena olahraga membuat daya tahan tubuh menjadi lebih tinggi). Tetapi hanya denganb kardio berat badan saya stagnan di 95-97 dan kalaupun turun paling 93 trus naik lagi. Stagnan di sana.

Dari sana saya mulai belajar lewat internet mengenai bagaimana cara menurunkan berat badan, bisa anda baca juga di : 14 Cara mengecilkan perut. Dan ternyata kardio saja tidak akan bisa menurunkan berat badan, akan ada batasannya, dan mesti ditingkatkan, sebab tubuh akan cepat menyesuaikan diri dengan kardio, sehingga efektivitas kardio untuk menurunkan berat badan akan menurun jika kebanyakan kardio.

Dan satu – satunya solusi adalah mesti latihan beban dan HIIT (high intensity interval training). Karena kardio tidak akan menambah efek yang signifikan bagi otot, tetapi latihan beban dan HIIT akan meningkatkan massa otot. Lagipula kebanyakan kardio membuat saya menjadi lebih lapar laias nafsu makan menjadi tak terkendali.

Nah sampai disini berat badan saya sukses lagi turun dari  95-97 menjadi 88-90 kg,. Lumayan turun 5 -7 kilo tanpa mengubah makan. Lingkar pinggang punj turun sehingga kemana – mana saya harus pakai ikat pinggang.

Mengurangi Nasi, Gula (karbo), Meningkatkan serat

Progres yang mulai saya rasakan cepat adalah ketika saya mulai mengurangi konsumsi nasi , dan gula (karbo, termasuk roti putih, kue, cookies dan semua yang mengandung tepung, serta gula).

Awalnya memang tidak mudah , karena tubuh sudah terbiasa dengan karbo, ketika saya mengurangi karbo, tubuh berasa berat dan lapar luar biasa seharian. Dan saya baca – baca ternyata, salah satu penyebab kenapa kita lapar adalah karena kekurangan serat. Serat akanmembuat kita merasa lebih cepat kenyang , dan perasaan kenyang itu bertahan lebih lama, sebab serat akan mengembang di perut sehingga merasa penuh, dan juga serat akan memperlambat pencernaah sehingga tidak terjadi lonjakang gula darah yang oleh tubuh akan diubah menjadi lemak.

Awalnya saya meningkatkan serat, saya makan buah macam pepaya, tapi BB tak turun – turun juga , kemudian saya mulai riset2 di internet, pepay aternyata banyak gula, sehingga wajar aja walau serat banyak tapi berat badna tak turun. Saya kemudian mencari sumber serat lain yang rendah gula dan menemukan buncis , dan alpukat sebagai sumber serat utama.

Meningkatan protein

Perjalanan saya pun berlanjut, dan say akemudian belajar bahwa diet dengan cara mengurangi makan cukup berbahaya, sebab jangan jangan tubuh akanmembakar jaringan otot, sehingga kerja keras saya di tempat fitness akan sia – sia , karena ketika lapar dan itu berarti tubuh butuh kalori, dalam keadaan kekurangan protein, tubuh berpotensi  membakar protein di jaringan otot, sehingga otot sy bisa menyusut dan kesehatan berada dalam resiko.

Dari sana saya kemudian belajar banyak tentang metabolisme dan jenis – jenis protein. Saya kemudian belajar bahwa , sebenanrya dengan mengubah komposisi makanan (dengan kalori  yang sama) bisa membakar lemak. Caranya adalah dengan mengurangi karbo seperti poin di atas, tetapi mengganti kalori dari karbo menjadi protein.

Saya lantas mulai banyak beli dada ayam fillet tanpa lemak, dan setiap hari makan itu, alhasil berat memang tidak turu banyak dari 90 ke 87, TETAPI linggar pinggang menyusut, sebab lemak terbakar (karena protein membutuhkan energy untuk diolaholeh tubuh).

Susu Protein

Saya dulu ANTI sama susu protein, bukan apa2 tetapi  MAHAAAAALLL 1 gelasnya 21 ribu muahaal. TERNYATA !!! saya beli di tempat yang salah hehehehe.. Selain itu saya pikir susu protein adalah semacam bahan kimia, dan saya salah, susu protein adalah susu sap biasa yang dihilangkan karbos erta lemaknya, jadi bener2 protein murni. (kalau mau beli bisa WA 082116166851, dengan harga +- 6-10 ribu / kali minum)

Dan saya terus belajar mengenai susu protein bahwa susu protein adalah protein yang paling banyak membakar kalori, kalau anda minum 100 kalori protein, maka tubuh butuh 30 kalori untuk menyerap susu protein , dan salah satu sumber energy bisa dari lemak, sehingga kalau anda mengganti karbo dengan protein (apalagi disertai dengan olahraga beban dan kardio  teratur) maka lemak akan menyusut, walau berat tidak turun banyak, tetapi tubuh menjadi makin ber-isi (karena lemak berganti otot)

Pola Makan

Dan saat ini perjalanan saya berada di mengatur pola makan, sebab ini yang paling menentukan. Beberap tips aja,

  1. Saya mengganti snack dengan susu protein ATAU yoghurt rendah gula  (cek label gulanya ya)
  2. Saya minum protein sebelum makan nasi agar nafsu makan nasi turun
  3. Sebelum tidur minum susu protein untuk mencegah tubuh mengubah otot jadi energy (katabolik)
  4. Makan pagi dulu kopi dengan gula yang banyak, atau nasi kuning, sy ganti dengan makanan tinggi protein, misal susu protein + kopi tanpa gula dan atau ikan, dan telur

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s